INDRAMAYU, MPN – Kepercayaan masyarakat terhadap layanan pengaduan 110 Polres Indramayu kini menjadi sorotan setelah muncul dugaan bocornya identitas pelapor kepada pihak yang dilaporkan. Seorang warga yang sebelumnya melaporkan dugaan aktivitas kos-kosan sewa per jam mengaku terkejut karena nomor teleponnya diduga diketahui oleh penjaga kos terkait.
Peristiwa tersebut memicu tanda tanya di tengah masyarakat. Pasalnya, laporan disampaikan melalui saluran resmi kepolisian yang seharusnya menjamin kerahasiaan identitas pelapor demi keamanan dan kenyamanan warga dalam menyampaikan aduan.
Menurut informasi yang dihimpun, tidak lama setelah laporan dibuat melalui layanan 110, pelapor mengaku dihubungi oleh seseorang yang diduga berkaitan dengan lokasi kos yang dilaporkan.
“Kalau benar nomor pelapor sampai ke pihak yang dilaporkan, tentu ini membuat warga takut untuk mengadu,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran serius di masyarakat terkait perlindungan data dan keamanan pelapor dalam sistem pengaduan publik. Warga menilai, apabila kerahasiaan identitas tidak terjaga, maka kepercayaan masyarakat terhadap layanan pengaduan resmi dapat menurun.
“Layanan pengaduan itu seharusnya menjadi tempat aman bagi masyarakat. Kalau identitas pelapor bocor, warga bisa khawatir dan enggan melapor lagi,” kata warga lainnya.
Sorotan publik kini tidak hanya tertuju pada dugaan aktivitas kos-kosan sewa per jam yang sebelumnya diadukan, tetapi juga pada mekanisme pengelolaan informasi dalam layanan pengaduan tersebut.
Warga mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem layanan 110, termasuk penelusuran internal mengenai bagaimana nomor kontak pelapor diduga dapat diketahui pihak lain. Mereka berharap ada penjelasan terbuka dan langkah perbaikan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Selain itu, masyarakat juga mempertanyakan tindak lanjut atas laporan dugaan kos sewa per jam yang sebelumnya telah disampaikan kepada aparat. Hingga kini, warga mengaku belum mengetahui perkembangan penanganan maupun langkah penertiban yang dilakukan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan bocornya identitas pelapor maupun perkembangan penanganan laporan tersebut. ( Slamet






