Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono Turun ke Pasar Wanguk, Pedagang Bersyukur Revitalisasi Dibatalkan

Politik464 Views
Read Time:2 Minute, 6 Second


‎mpn.co.id Indramayu, – Suasana Pasar Wanguk, Desa Kedungwungu, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu mendadak ramai dan penuh antusiasme saat Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono, melakukan kunjungan silaturahmi bersama para pedagang, Minggu (16/2/2026).

‎Kedatangan Ono Surono yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat itu didampingi Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Indramayu, Edi Fauzi, bersama jajaran pengurus partai  disambut hangat oleh ratusan pedagang dan tokoh masyarakat setempat.

‎Kunjungan tersebut bukan sekedar agenda politik biasa. Momentum ini menjadi simbol kemenangan aspirasi pedagang setelah rencana revitalisasi Pasar Wanguk yang sempat menuai polemik akhirnya tidak jadi dilaksanakan.

‎Sejak mencuatnya rencana pembongkaran untuk revitalisasi, para pedagang Pasar Wanguk menyuarakan penolakan. Mereka menilai hak guna pakai kios yang masih berlaku empat tahun ke depan harus dihormati.

‎“Alhamdulillah, aspirasi kami akhirnya didengar. Semua berkat wakil rakyat yang membela hak kami sebagai pedagang yang menggantungkan nasibnya di pasar wanguk ini” ujar Ami salah satu pedagang dengan mata berkaca-kaca.

‎Dalam dialog terbuka bersama pedagang, Ono Surono menegaskan bahwa keberpihakan kepada rakyat kecil adalah komitmen wakil rakyat.

‎“saya akan terus hadir di tengah tengah masyarakat, tidak hanya persoalan pasar tetapi semua aspek yang menyangkut kepentingan rakyat kecil, saya juga ucapkan kepada Kuwu baru desa Kedungwungu semoga bisa mengatasi persoalan-persoalan yang ada dengan mengedepankan musyawarah” tegasnya di hadapan para pedagang.

‎Edi Fauzi menambahkan pihaknya sebagai wakil rakyat kabupaten Indramayu, akan terus memperjuangkan aspirasi warga Kedungwungu serta mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor.

‎“Kami bukan hanya bicara pasar, tetapi kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan,” ujarnya.

‎Dukungan dari Wakil Ketua DPRD Jawa Barat tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam mempertahankan status kios para pedagang.

‎Acara silaturahmi juga diisi dengan dialog antara pedagang, tokoh masyarakat, serta Pemerintah Desa Kedungwungu yang baru dilantik.



‎Kuwu Kedungwungu, H. Purwanto, menegaskan komitmennya untuk menjaga komunikasi terbuka dengan seluruh pedagang.
‎“Hak para pedagang tetap kami pertahankan. Namun kewajiban juga harus dipenuhi. Kita harus bersama-sama menjaga aset desa dan meningkatkan pendapatan desa,” ujarnya.

‎Menurutnya, pasar tradisional bukan sekedar tempat transaksi ekonomi, tetapi juga denyut kehidupan sosial masyarakat desa yang mempunyai histori.

‎Atmosfer syukuran terasa kental dalam acara tersebut. Para pedagang mengucapkan terima kasih kepada para wakil rakyat yang dinilai telah membela hak-hak mereka.

‎Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kebijakan publik harus mengedepankan dialog dan keberpihakan terhadap masyarakat kecil. Pasar Wanguk kini menjadi contoh bagaimana aspirasi warga dapat diperjuangkan melalui jalur demokrasi dan komunikasi yang terbuka.

‎Dengan sinergi antara pemerintah desa, DPRD, dan para pedagang, masyarakat berharap Pasar Wanguk dapat terus berkembang tanpa mengorbankan kepentingan rakyat kecil.

‎Penulis
‎(Jojo Sutrisno)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *