Jejak Kekuasaan Majapahit: Dari Nusantara hingga Asia Tenggara

Read Time:1 Minute, 45 Second

 

MPN. Kebesaran Kerajaan Majapahit pada abad ke-14 tidak hanya tercermin dari kuatnya pemerintahan dan perdagangan, tetapi juga dari luasnya wilayah bawahan yang berada di bawah pengaruhnya.

Catatan mengenai wilayah kekuasaan Majapahit termuat dalam Negarakertagama yang kemudian dikaji sejumlah sejarawan, di antaranya Robson (1995) dan Riana (2009). Dalam naskah tersebut disebutkan bahwa pengaruh Majapahit menjangkau berbagai wilayah di Nusantara hingga negara-negara di Asia Tenggara.

Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk bersama Gajah Mada, Majapahit berhasil membangun jaringan politik dan perdagangan yang luas.

Dikutip dari directory Majapahit, Wilayah bawahan Majapahit terbagi ke sejumlah kawasan besar. Di wilayah Negeri Melayu misalnya, pengaruh Majapahit meliputi Jambi, Palembang, Toba, Darmasraya, Minangkabau, Siak, Kampar, Perlak, Samudera, Lampung hingga Barus. Kawasan Sumatera saat itu dikenal sebagai jalur perdagangan penting yang menghubungkan Nusantara dengan dunia luar.

Sementara di Pulau Tanjung atau Kalimantan, wilayah pengaruh Majapahit mencakup Kapuas, Katingan, Sampit, Sambas, Kutai, Brunei, Barito hingga Tabalung. Dominasi di kawasan ini memperlihatkan kuatnya kendali Majapahit atas jalur pelayaran dan perdagangan antarpulau.

 

Pengaruh Majapahit juga menjangkau Semenanjung Melayu. Daerah seperti Johor, Kelantan, Trengganu, Kedah hingga Tumasik atau Singapore disebut masuk dalam jaringan kekuasaan Majapahit. Kawasan tersebut menjadi titik strategis perdagangan internasional pada masanya.
Di Bali, Majapahit menguasai Bedahulu dan Goa Gajah. Pengaruh budaya Majapahit di Pulau Dewata bahkan masih terasa hingga kini dalam sistem sosial, seni, dan tradisi masyarakat Bali.

Ekspansi Majapahit terus bergerak ke wilayah timur Nusantara. Sejumlah daerah seperti Makasar, Buton, Selayar, Banda, Ambon, Seram hingga Timor disebut sebagai bagian dari wilayah bawahan Majapahit. Jalur timur ini menjadi pusat perdagangan rempah yang sangat penting bagi kerajaan.
Tak hanya di Nusantara, hubungan Majapahit juga menjangkau kerajaan-kerajaan di Asia Tenggara. Dalam catatan sejarah disebutkan adanya hubungan dengan Ayutthaya di Thailand, Campa di Vietnam Selatan, Kamboja, hingga wilayah Myanmar Selatan.

Luasnya jaringan wilayah dan hubungan luar negeri tersebut menunjukkan bahwa Majapahit bukan sekadar kerajaan lokal di Pulau Jawa. Pada puncak kejayaannya, Majapahit tampil sebagai kekuatan besar maritim yang memiliki pengaruh politik, ekonomi, dan budaya di kawasan Asia Tenggara.

Hingga kini, kejayaan Majapahit masih menjadi salah satu simbol penting dalam sejarah persatuan Nusantara dan perkembangan peradaban Indonesia masa lampau. ( Red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *