Doa Bersama Adat Mapag Sri Desa Mekarwaru, Warga Sambut Panen Raya dengan Penuh Syukur

KopiBangbul159 Views
Read Time:2 Minute, 13 Second


‎mpn.co.id Indramayu, – Tradisi leluhur yang sarat makna spiritual dan kebersamaan kembali hidup di tengah masyarakat Desa Mekarwaru Kecamatan Gantar Kabupaten Indramayu. Warga setempat menggelar prosesi doa bersama dalam rangkaian upacara adat Mapag Sri sebagai ungkapan rasa syukur menjelang datangnya panen raya padi, Kamis (2/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh para tokoh masyarakat, perangkat desa, petani, serta warga dari berbagai kalangan. Mereka berkumpul untuk memanjatkan doa-doa kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai bentuk rasa syukur atas keberkahan hasil bumi yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat setempat.

Prosesi doa bersama menjadi inti dari pelaksanaan adat Mapag Sri. Dalam suasana penuh kekhidmatan, lantunan doa-doa suci dipanjatkan dengan harapan panen raya tahun ini membawa keberkahan, kemakmuran, serta kesejahteraan bagi para petani di Desa Mekarwaru.


Tradisi Mapag Sri sendiri merupakan warisan budaya agraris yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur. Upacara ini memiliki makna mendalam sebagai simbol penghormatan terhadap alam sekaligus ungkapan syukur kepada Sang Pencipta atas limpahan rezeki melalui hasil pertanian.

Kuwu Desa Mekarwaru, Edi Sukandi, SE., dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh warga yang terus menjaga serta melestarikan tradisi tersebut. Menurutnya, kegiatan doa bersama dalam rangka Mapag Sri tidak hanya menjadi ritual budaya semata, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antar warga.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Mekarwaru yang terus menjaga tradisi ini. Kegiatan ini bukan hanya bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan, gotong royong, serta persatuan warga,” ujar Edi Sukandi.

Ia menambahkan bahwa kekompakan masyarakat dalam menjaga tradisi budaya menjadi kekuatan sosial yang sangat penting bagi desa. Nilai-nilai kebersamaan yang terkandung dalam kegiatan tersebut menjadi cerminan kehidupan masyarakat pedesaan yang harmonis dan penuh kekeluargaan.

Bagi masyarakat Mekarwaru, tradisi Mapag Sri bukan sekadar ritual adat, melainkan identitas budaya yang terus dijunjung tinggi. Tradisi ini juga menjadi bukti bahwa ajaran agama Islam dapat berjalan selaras dengan warisan budaya leluhur yang sarat nilai-nilai kearifan lokal.

Perpaduan antara nilai spiritual keagamaan dan tradisi budaya lokal terlihat jelas dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Doa-doa yang dipanjatkan mencerminkan keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sementara rangkaian adat yang dijalankan menjadi simbol penghormatan terhadap tradisi yang telah diwariskan oleh para pendahulu.

Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, masyarakat Desa Mekarwaru tetap berkomitmen menjaga tradisi tersebut agar tidak hilang ditelan waktu. Bagi mereka, budaya adalah jati diri yang harus terus diwariskan kepada generasi muda.

Dengan digelarnya prosesi doa bersama dalam rangka Mapag Sri ini, masyarakat berharap panen raya tahun ini dapat berjalan lancar dan menghasilkan panen yang melimpah. Harapan tersebut bukan hanya untuk kesejahteraan para petani, tetapi juga bagi kemakmuran seluruh masyarakat Desa Mekarwaru.


‎(Jojo Sutrisno)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *