MPN. CIREBON — Jangan tertipu dengan tubuh mungilnya. Nuha, pesilat caberawit asal PAUD Amanda, justru mampu membuat gelanggang Cirebon Championship 2026 bergemuruh setelah sukses menyabet medali emas dalam kejuaraan pencak silat tersebut.
Meski masih berusia sangat dini, Nuha tampil penuh keberanian ketika memasuki arena pertandingan. Rasa takut seolah tak menjadi penghalang. Dengan semangat dan kemampuan yang dimilikinya, pesilat cilik tersebut mampu melewati persaingan hingga keluar sebagai juara.
Emas yang diraih Nuha bukan sekadar medali. Prestasi itu menjadi bukti bahwa tubuh mungil bukan alasan untuk takut bermimpi besar. Di atas gelanggang, Nuha menunjukkan bahwa mental juara bisa tumbuh bahkan sejak usia dini.
Prestasi tersebut sekaligus mengharumkan nama PAUD Amanda sebagai tempat Nuha menimba pendidikan. Keberhasilannya juga menjadi kebanggaan bagi keluarga serta Perguruan Pencak Silat Bhirawa Anoraga yang menjadi tempatnya berlatih dan mengasah kemampuan.
Di balik satu keping emas tersebut, terdapat proses latihan dan pembinaan yang tidak instan. Nuha terus ditempa untuk menguasai teknik pencak silat sekaligus membangun keberanian, kedisiplinan, sportivitas dan mental bertanding.
Bagi kedua orangtuanya, kemenangan Nuha menjadi momen yang tidak mudah dilupakan. Melihat anak mereka yang masih sangat kecil mampu berdiri di arena dan membawa pulang emas menjadi kebanggaan sekaligus haru tersendiri.
“Sebagai orangtua, kami tentu sangat bangga dan terharu melihat Nuha bisa meraih medali emas. Kami tahu perjuangannya tidak mudah. Di usianya yang masih sangat kecil, dia harus berlatih, belajar disiplin dan berani tampil di hadapan banyak orang,” ungkap orangtua Nuha.
Menurutnya, medali emas tersebut bukan semata-mata tentang kemenangan. Lebih dari itu, keberhasilan Nuha menjadi bukti bahwa keberanian dan kerja keras yang ditanamkan sejak dini mampu melahirkan prestasi.
“Emas ini bukan hanya soal kemenangan, tetapi menjadi bukti bahwa keberanian dan kerja keras sejak dini bisa menghasilkan sesuatu yang membanggakan. Kami berharap prestasi ini tidak membuat Nuha cepat puas, tetapi justru semakin semangat berlatih, tetap rendah hati dan terus berprestasi,” lanjutnya.
Capaian Nuha sekaligus memperlihatkan bahwa proses regenerasi pesilat usia dini di Bhirawa Anoraga terus berjalan. Bibit-bibit muda ditempa bukan hanya untuk mengejar medali, tetapi juga membangun karakter dan mental petarung sejak usia belia.
Bagi Nuha, emas Cirebon Championship 2026 bukanlah akhir perjalanan. Justru ini menjadi langkah awal untuk mengejar prestasi-prestasi berikutnya di dunia pencak silat.
Dari tubuh yang mungil, lahir keberanian yang besar. Dari gelanggang Cirebon, Nuha mengirim pesan sederhana namun keras: usia boleh belia, tetapi mental juara tidak mengenal batas. ( Amex












