Mpn.co.id . Ular hijau sering kali terlihat identik di mata awam—warna tubuh yang mencolok, hidup di pepohonan, serta gerakannya yang lincah. Namun, di balik kemiripan tersebut, terdapat perbedaan penting antara dua spesies yang kerap disalahartikan sebagai satu jenis, yaitu Trimeresurus insularis dan Trimeresurus albolabris.
Sekilas Tentang Keduanya
Kedua ular ini termasuk dalam kelompok pit viper, yaitu ular berbisa yang memiliki organ pendeteksi panas (pit organ) di antara mata dan lubang hidung. Mereka sama-sama arboreal (hidup di pohon) dan aktif pada malam hari.
Perbedaan Utama
1. Warna Mata
Trimeresurus insularis: Umumnya memiliki mata berwarna merah atau jingga.
Trimeresurus albolabris: Memiliki mata kuning kehijauan.
Warna mata ini sering menjadi indikator paling mudah untuk membedakan keduanya di lapangan.
2. Pola dan Warna Tubuh
T. insularis: Hijau cerah dengan kadang terdapat nuansa kebiruan atau kekuningan, terutama pada bagian tubuh tertentu.
T. albolabris: Hijau lebih polos, dengan ciri khas garis putih di sekitar bibir (white-lipped).
3. Persebaran Geografis
T. insularis: Banyak ditemukan di wilayah Indonesia bagian timur seperti Bali, Nusa Tenggara, hingga beberapa pulau di sekitarnya.
T. albolabris: Lebih luas, tersebar di Asia Tenggara seperti Thailand, Vietnam, hingga sebagian Indonesia bagian barat.
4. Warna Ekor Keduanya sering disebut “ular hijau ekor merah”, tetapi:
T. insularis: Warna merah pada ekor biasanya lebih jelas dan kontras.
T. albolabris: Warna ekor cenderung lebih redup atau tidak selalu merah mencolok.
Kenapa Penting Dibedakan?
Meskipun tampak mirip, kedua spesies ini memiliki tingkat bisa dan karakter perilaku yang berbeda. Kesalahan identifikasi bisa berisiko, terutama bagi pecinta reptil, peneliti, maupun masyarakat umum yang tinggal di habitatnya ( sumber : venomous (snake indonesa asociation). ( Pyan












