Ratusan Siswa SMAN 2 Kudus Dilarikan ke Rumah Sakit, Diduga Keracunan Program Makanan Bergizi Gratis

mpnTERKINI169 Views
Read Time:1 Minute, 26 Second

 

​mpn.co.id. KUDUS. Khabar mengejutkan datang dari dunia pendidikan di Kabupaten Kudus. Sebanyak 109 siswa SMAN 2 Kudus terpaksa dilarikan ke sejumlah rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap paket dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (30/1/2026).

​Insiden ini bermula setelah para siswa mengonsumsi menu yang disediakan melalui program pemerintah tersebut di sekolah. Tak lama berselang, sejumlah siswa mulai mengeluhkan gejala serupa, seperti mual, pusing, hingga muntah-muntah.

​Pihak sekolah segera mengambil tindakan darurat dengan mengevakuasi para siswa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis segera.

​Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 2 Kudus, Dwiyana, mengonfirmasi jumlah siswa yang terdampak cukup signifikan.

​”Data dari sekolah ada 109 siswa yang dibawa ke rumah sakit,” ujar Dwiyana saat memberikan keterangan kepada awak media, Jumat (30/1).

​Saat ini, pihak sekolah masih fokus pada pendataan dan pendampingan siswa di rumah sakit sembari berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menelusuri penyebab pasti insiden ini.

​Hingga berita ini diturunkan, berikut adalah langkah-langkah yang sedang diambil:

• ​Perawatan Medis: Para siswa tersebar di beberapa rumah sakit di Kudus untuk observasi dan penanganan dehidrasi.
• ​Uji Sampel: Sampel sisa makanan telah diambil oleh pihak kesehatan untuk diuji di laboratorium guna memastikan kandungan atau kontaminan yang menyebabkan keracunan.
• ​Evaluasi Vendor: Pihak berwenang tengah melakukan evaluasi terhadap penyedia jasa boga (vendor) yang menyuplai makanan tersebut.

​Insiden di SMAN 2 Kudus ini menjadi perhatian serius, mengingat program Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program strategis nasional. Kejadian ini memicu desakan publik agar standar pengawasan higienitas dan keamanan pangan diperketat agar kejadian serupa tidak terulang di sekolah lain.

Jangan sampai insiden keracunan ini terjadi di daerah lain, khususnya di Kabupaten Indramayu. Itulah pentingnya sertifikat halal dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

(Jhoys arcan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *