Merah Putih: Warisan Nusantara yang Berkibar Jauh Sebelum Indonesia Merdeka

mpnTERPOPULER100 Views
Read Time:1 Minute, 47 Second

MPN. Jauh sebelum Republik Indonesia lahir, warna merah dan putih telah menjadi bagian dari sejarah panjang peradaban Nusantara. Berbagai catatan sejarah menunjukkan bahwa kombinasi kedua warna tersebut digunakan oleh sejumlah kerajaan dan pejuang sebagai simbol keberanian, kehormatan, serta kedaulatan.

Dikutip dari Gramedia Salah satu catatan tertua menyebut penggunaan panji merah putih pada masa Kerajaan Kediri. Pada sekitar tahun 1292 Masehi, pasukan Raja Jayakatwang dikisahkan menggunakan panji merah putih dalam peperangan melawan Kerajaan Singasari yang dipimpin Prabu Kertanegara.

Tradisi tersebut kemudian dikenal luas pada masa Kerajaan Majapahit. Kerajaan besar yang berjaya antara abad ke-13 hingga ke-16 itu menjadikan merah dan putih sebagai lambang kebesaran kerajaan. Dalam Kitab Negarakertagama karya Mpu Prapanca, warna merah dan putih disebut hadir dalam berbagai upacara kebesaran kerajaan pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk.
Jejak penggunaan Merah Putih tidak hanya ditemukan di Pulau Jawa. Di Tanah Batak, panji perang yang digunakan oleh Sisingamangaraja memadukan warna merah dan putih sebagai simbol perlawanan. Di Aceh, para pejuang juga menggunakan bendera perang bernuansa merah putih yang dihiasi simbol-simbol keagamaan. Sementara itu, Kerajaan Bone di Sulawesi Selatan mengenal panji kebesaran bernama Woromporang yang menggunakan warna merah dan putih sebagai simbol kekuasaan.
Pada masa Perang Jawa tahun 1825–1830, pasukan Pangeran Diponegoro kembali menggunakan warna merah putih dalam perjuangan melawan penjajahan Belanda.

Penggunaan warna tersebut menunjukkan bahwa Merah Putih telah lama hidup dalam kesadaran kolektif masyarakat Nusantara.
Secara tradisional, warna putih diperoleh dari kapas atau kain tenun alami, sedangkan warna merah dibuat dari bahan-bahan alam seperti daun jati, kulit manggis, dan bunga belimbing wuluh.

Memasuki abad ke-20, Merah Putih kembali memperoleh makna politik yang kuat. Para pelajar dan tokoh pergerakan nasional menghidupkan kembali simbol tersebut sebagai lambang persatuan dan perlawanan terhadap kolonialisme. Meski dilarang pemerintah Hindia Belanda, bendera Merah Putih mulai dikibarkan dalam berbagai kegiatan pergerakan nasional, terutama setelah lahirnya semangat persatuan bangsa pada era Sumpah Pemuda tahun 1928.
Puncaknya terjadi pada 17 Agustus 1945 ketika Sang Merah Putih untuk pertama kalinya dikibarkan sebagai bendera resmi negara Indonesia bersamaan dengan Proklamasi Kemerdekaan. Sejak saat itu, Merah Putih tidak hanya menjadi simbol negara, tetapi juga menjadi pengingat akan panjangnya perjalanan sejarah bangsa menuju kemerdekaan. (***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *