Merah Putih Dalam Tafsir dan Simbolik Tradisi Nusantara

KopiBangbul70 Views
Read Time:1 Minute, 54 Second

Merah Putih dalam paradigma mikrokosmos  dapat dikaitkan dengan asal-usul manusia melalui kedua orang tua.
🔴 Merah sering dikaitkan dengan darah merah atau unsur Ayah
⚪ Putih sering dikaitkan dengan unsur ibu atau benih kehidupan.

Manusia tidak lahir dari satu unsur. Kehidupan hadir dari pertemuan dua asal-usul—ayah dan ibu.

Karena itu, Merah Putih dapat dipahami sebagai simbol orang tua, asal-usul, kehidupan, dan penghormatan kepada leluhur.

Dalam tradisi Jawa dikenal ungkapan “sangkan paraning dumadi”—memahami dari mana manusia berasal dan ke mana tujuan kehidupan.

Maka, secara filosofis:
Merah adalah darah kehidupan. Putih adalah kesucian asal kehidupan. Keduanya bertemu, lalu lahirlah manusia.
Dari sini, Merah Putih bukan hanya simbol negara.
Ia juga dapat dibaca sebagai pengingat bahwa setiap manusia memiliki asal-usul, memiliki orang tua, dan memiliki kewajiban untuk menghormati kehidupan.

Merah putih dalam paradigma makrokosmos

“Bapa Angkasa, Ibu Pertiwi” merupakan salah satu cara pandang simbolik dalam kebudayaan Nusantara untuk memahami hubungan antara langit, bumi, dan kehidupan. Jika dikaitkan dengan Merah Putih, maknanya dapat dijelaskan sebagai berikut:
🔴 Merah — Bapa Angkasa
Dalam tafsir simbolik tradisi Nusantara, merah dapat dikaitkan dengan unsur laki-laki, kekuatan, keberanian, api, energi, dan daya kehidupan. “Bapa Angkasa” menggambarkan langit sebagai sumber kekuatan dan ruang kehidupan.
⚪ Putih — Ibu Pertiwi
Putih dapat dimaknai sebagai kesucian, kesuburan, ketulusan, dan bumi sebagai tempat kehidupan. “Ibu Pertiwi” menggambarkan tanah yang menerima, mengandung, dan melahirkan kehidupan.

🌌🌏 Pertemuan Langit dan Bumi
Secara filosofis, Bapa Angkasa dan Ibu Pertiwi menggambarkan hubungan antara langit dan bumi. Kehidupan lahir dari keseimbangan dua unsur yang saling melengkapi.

Dalam konteks ini, Merah Putih dapat dibaca sebagai simbol:
Merah: kekuatan dan daya kehidupan.
Putih: kesucian dan rahim kehidupan.
Namun, perlu dicatat bahwa “Bapa Angkasa–Ibu Pertiwi”  hal Ini lebih tepat dipahami sebagai tafsir filosofis dan kebudayaan yang berkembang dalam tradisi Nusantara.

Makna yang lebih dalam
Jika dibaca sebagai filosofi Nusantara:
Bapa Angkasa memberi ruang dan kekuatan.
Ibu Pertiwi memberi tempat dan kehidupan.
Manusia hidup di antara keduanya.
Karena itu, Merah Putih dapat menjadi simbol hubungan manusia dengan alam:
langit dihormati, bumi dijaga, kehidupan dilestarikan.

Merah Putih bukan hanya warna yang berkibar di antara langit dan bumi. Ia adalah pengingat bahwa manusia berasal dari bumi, hidup di bawah langit, dan memiliki kewajiban untuk menjaga keduanya.

(Red.mpn

Sumber :

Buku sedulur papat lima pancer (isandika)

Buku Kanda Pat (w mustika)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *