Kabar Duka dari Indramayu: Pendiri Komunitas Dayak Bumi Segandu Takmad Diningrat Meninggal Dunia

mpnTERKINI343 Views
Read Time:1 Minute, 54 Second


‎mpn.co.id Indramayu, – Kabar duka datang dari Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Tokoh sekaligus pendiri komunitas Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu, Takmad Diningrat, dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (29/3/2026). Kepergian sosok yang dikenal luas sebagai pemimpin spiritual komunitas tersebut meninggalkan duka mendalam bagi para pengikut dan masyarakat yang mengenalnya.

‎Takmad Diningrat merupakan figur sentral di balik lahirnya komunitas kepercayaan yang lebih dikenal masyarakat sebagai Suku Dayak Losarang atau Suku Dayak Takmad. Komunitas ini menetap di Desa Krimun, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, dan telah eksis sejak sekitar tahun 1970-an.

‎Selama puluhan tahun, Takmad dikenal sebagai tokoh yang membangun dan mengembangkan ajaran kepercayaan yang dianut oleh kelompoknya. Hingga kini, jumlah anggota komunitas tersebut diklaim mencapai ribuan orang yang berasal dari berbagai daerah, tidak hanya dari Indramayu, tetapi juga dari wilayah lain seperti Subang, Cirebon, hingga Jawa Timur.

‎Meski menggunakan nama Dayak, komunitas ini sebenarnya tidak memiliki hubungan dengan Suku Dayak yang berasal dari Kalimantan. Penamaan tersebut lebih merupakan identitas khas komunitas yang dibangun oleh Takmad dan para pengikutnya sebagai simbol keyakinan dan filosofi hidup yang mereka anut.

‎Kelompok Dayak Bumi Segandu sendiri dikenal sebagai komunitas berbasis kepercayaan lokal yang memiliki pandangan hidup tersendiri. Keyakinan yang mereka anut tidak termasuk dalam enam agama yang secara resmi diakui negara, yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

‎Dalam praktik kehidupan sehari-hari, komunitas ini juga memiliki sejumlah pandangan unik, termasuk terkait identitas administrasi kependudukan. Sebagian anggota kelompok tersebut diketahui tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) maupun identitas formal lainnya. Mereka meyakini bahwa identitas sejati seseorang adalah dirinya sendiri, bukan sekedar dokumen administratif.

‎Meski memiliki pandangan berbeda, komunitas ini menegaskan tetap menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mereka tetap hidup berdampingan dengan masyarakat sekitar dan menjalani kehidupan dengan cara pandang yang mereka yakini.

‎Kepergian Takmad Diningrat dinilai menjadi kehilangan besar bagi komunitas Dayak Bumi Segandu. Sosoknya selama ini tidak hanya dikenal sebagai pendiri, tetapi juga sebagai figur pemersatu dan penjaga nilai-nilai ajaran yang diwariskannya sejak puluhan tahun silam.

‎Hingga kini, belum banyak informasi yang disampaikan terkait prosesi pemakaman maupun siapa yang akan melanjutkan kepemimpinan komunitas tersebut. Namun, para pengikut dan warga sekitar disebut mulai berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada tokoh yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah komunitas Dayak Bumi Segandu Indramayu.

‎(Jojo Sutrisno)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *