Hotmix Jalan Talang Tembaga Jangan Jadi Sandiwara Anggaran! Hentikan Truk Tanah Perusak Jalan

mpnTERKINI42 Views
Read Time:1 Minute, 13 Second

 

MPN. Indramayu – Rencana DPUPR menghotmix Jalan Talang Tembaga patut dicatat. Tapi publik berhak bertanya: sampai kapan perbaikan hanya jadi ritual tahunan tanpa menyentuh akar persoalan?

Kerusakan di Jalan Talang Tembaga bukan misteri. Bukan semata karena usia jalan. Bukan pula karena cuaca. Penyebabnya nyata dan kasat mata: lalu lalang truk angkutan tanah proyek perumahan baru yang diduga melebihi kapasitas tonase jalan lingkungan. Setiap hari, badan jalan dipaksa menahan beban berat yang jelas bukan peruntukannya.

Tanpa pembatasan tonase yang tegas dan sanksi nyata, hotmix hanya menjadi polesan sementara. Aspal baru digelar, tapi truk berat tetap bebas melintas. Beberapa bulan kemudian retak, amblas, berlubang lagi. Anggaran digelontorkan kembali. Pola ini jika dibiarkan bukan sekadar kelalaian—ini pemborosan uang rakyat.

Yang paling ironis, pengembang meraup keuntungan dari proyeknya, sementara dampak infrastrukturnya ditanggung warga. Jalan rusak, debu beterbangan, risiko kecelakaan meningkat, kendaraan warga cepat rusak. Ketika diperbaiki, biayanya dari APBD. Lalu dirusak lagi oleh aktivitas yang sama. Di mana tanggung jawabnya?

Warga tidak butuh sekadar aspal baru. Warga butuh keberanian pemerintah menertibkan. Jika memang ada pelanggaran tonase, hentikan. Jika ada kontribusi yang harus dibayar pengembang untuk pemeliharaan jalan, tegakkan. Jangan biarkan kesan seolah ada pembiaran terhadap aktivitas yang jelas berdampak.

Perbaikan tanpa penegakan aturan hanya memperpanjang siklus rusak–perbaiki–rusak lagi. Jalan Talang Tembaga jangan dijadikan panggung proyek tambal sulam yang menguras anggaran tanpa solusi permanen.

Saatnya tegas. Lindungi infrastruktur publik. Lindungi uang rakyat. Jangan sampai warga terus menjadi korban, sementara pihak yang merusak berjalan tanpa konsekuensi. (Amex

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *