Tanamkan Literasi dan Karakter Sejak Dini, Perpusdes Pandawa Haurgeulis Hadirkan Program “Cacing Desa” di TK ABA

mpnTERKINI256 Views
Read Time:1 Minute, 50 Second


‎mpn.co.id Indramayu, – Komitmen menumbuhkan budaya literasi sekaligus membangun karakter anak sejak usia dini terus diwujudkan Perpustakaan Desa Ki Hajar Dewantara (Pandawa) Desa Haurgeulis, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu. Melalui inovasi Cacing Desa (Cerita Anak Keliling Desa), Perpus Pandawa menghadirkan layanan ekstensi dengan mendatangi langsung sekolah-sekolah untuk mengajak anak-anak belajar melalui kegiatan mendongeng.

‎Program tersebut digelar di TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Haurgeulis, Rabu (22/7/2026). Kehadiran tim Perpus Pandawa disambut antusias oleh para siswa yang mengikuti sesi bercerita dengan penuh semangat.

‎Dalam kegiatan itu, Anninda Amarin dipercaya sebagai pendongeng, didampingi dua pengurus Perpus Pandawa lainnya, yakni Annin Annaba Syahidah dan Yeni Rohayati. Melalui cerita yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan, anak-anak diajak mengenal nilai-nilai moral, etika, serta pentingnya gemar membaca sejak usia dini.

‎Kepala TK ABA Haurgeulis, Risnawati, menyampaikan apresiasi atas dukungan Perpus Pandawa yang telah berkontribusi dalam proses pembelajaran di sekolahnya. Menurutnya, metode belajar melalui cerita mampu meningkatkan minat belajar sekaligus mengembangkan imajinasi dan karakter anak.

‎”Kami mengucapkan terima kasih kepada Perpustakaan Desa Ki Hajar Dewantara yang telah hadir memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan. Semoga ke depan dapat kembali berkunjung dengan cerita-cerita baru yang semakin menarik bagi anak-anak,” ujarnya.

‎Sementara itu, pengurus Perpus Pandawa, Annin Annaba Syahidah, menjelaskan bahwa program Cacing Desa merupakan salah satu bentuk pelibatan masyarakat dalam mendukung pendidikan karakter melalui literasi.

‎”Melalui cerita anak, kami ingin menanamkan nilai-nilai etika, sopan santun, serta membangun kecintaan terhadap buku sejak dini. Literasi bukan hanya soal membaca, tetapi juga membentuk karakter generasi muda,” katanya.

‎Senada dengan itu, Yeni Rohayati mengatakan layanan ekstensi dan inklusif menjadi bagian dari komitmen Perpus Pandawa untuk menghadirkan perpustakaan lebih dekat dengan masyarakat. Menurutnya, layanan bercerita terbuka bagi seluruh sekolah yang ingin menghadirkan pengalaman belajar yang edukatif dan menyenangkan.

‎”Sekolah yang ingin mendapatkan layanan bercerita dapat menghubungi Perpusdes secara langsung, datang ke perpustakaan, atau melalui DM maupun WhatsApp yang tersedia di media sosial Perpus Pandawa,” jelasnya.

‎Melalui inovasi Cacing Desa, Perpustakaan Desa Ki Hajar Dewantara terus memperkuat perannya sebagai pusat literasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Berbagai program yang dihadirkan diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi warga Desa Haurgeulis dan sekitarnya, sekaligus memperluas akses layanan perpustakaan hingga menjangkau dunia pendidikan.

‎Penulis
‎(Jojo Sutrisno)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *