HONG KONG MPN– Hari libur menjadi waktu berharga bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Hong Kong. Berbagai aktivitas dilakukan untuk menghilangkan penat sekaligus mempererat tali silaturahmi dengan sesama pekerja migran.
Sarifah, seorang PMI asal Kedokan bunder – Indramayu, yang telah delapan tahun bekerja di Hong Kong, mengungkapkan bahwa setiap pekerja migran memiliki cara berbeda dalam mengisi waktu liburnya.
Menurut Sarifah, tidak semua pekerja migran menghabiskan waktu dengan berwisata. Sebagian memilih mengikuti kegiatan komunitas, olahraga, kesenian, hingga pelatihan keterampilan yang dapat menunjang kemampuan mereka di masa depan.
“Ada yang mengikuti kegiatan komunitas, olahraga, kesenian, dan kegiatan positif lainnya. Ada juga yang sekadar berkumpul bersama teman-teman, bernyanyi, atau bersantai di taman untuk melepas rindu terhadap kampung halaman,” ujar Sarifah.
Perempuan asal Indramayu itu menambahkan, hari libur juga menjadi momentum penting bagi para PMI untuk saling berbagi pengalaman dan memperkuat rasa persaudaraan sesama warga Indonesia yang merantau di negeri orang.
Meski jauh dari keluarga, semangat para pahlawan devisa asal Indramayu untuk bekerja dan memberikan kontribusi bagi perekonomian keluarga tetap tinggi.

Di sela-sela kesibukan bekerja, mereka tetap berupaya memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat dan produktif.
Keberadaan PMI seperti Sarifah menjadi salah satu bukti nyata perjuangan masyarakat Indramayu di luar negeri.
Melalui kerja keras dengan upah $6000 setara 13.500.000 rupiah perbulan serta dengan dedikasi mereka, devisa negara terus mengalir, sekaligus menjadi kebanggaan bagi daerah asalnya. ( Red






