MISTERI KEBAKARAN KARANGSONG! TIGA MOBIL TANGKI DIDUGA TINGGALKAN LOKASI SAAT API MENGAMUK ; GPMI Serukan Uji Fakta dan Audit Safety Semua Pihak

Read Time:2 Minute, 1 Second

MPN. INDRAMAYU – Kebakaran hebat yang meludeskan sejumlah kapal nelayan di kawasan Pelabuhan Karangsong, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (6/8/2026), menyisakan tanda tanya besar. Selain kerugian material yang cukup besar, perhatian publik kini tertuju pada aktivitas distribusi BBM solar yang berlangsung sebelum kobaran api membesar.

Berdasarkan informasi dari sejumlah saksi di lokasi kejadian, terdapat tiga mobil tangki BBM solar yang diduga milik PT PBP Trans Group berada di kawasan pelabuhan untuk melakukan aktivitas pengisian bahan bakar ke kapal nelayan sebelum insiden kebakaran terjadi.

Saat api mulai muncul dan membesar dengan cepat, sejumlah saksi menyebutkan kendaraan tangki tersebut diduga meninggalkan area pelabuhan. Peristiwa itu kemudian menjadi sorotan dan memunculkan pertanyaan mengenai prosedur keselamatan serta langkah yang dilakukan saat kondisi darurat terjadi.
“Api tiba-tiba membesar, semua orang panik. Mobil tangki kemudian pergi dari lokasi,” ungkap salah seorang saksi yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Namun demikian, informasi tersebut masih berupa keterangan awal dari saksi dan memerlukan pembuktian melalui proses penyelidikan aparat berwenang. Belum ada kesimpulan resmi yang menyatakan keterlibatan kendaraan tangki tersebut sebagai penyebab kebakaran.

Kobaran api dalam waktu singkat melahap sejumlah kapal nelayan yang bersandar di area pelabuhan. Bangunan di sekitar lokasi turut terdampak, sementara petugas gabungan dari pemadam kebakaran, TNI, Polri, BPBD, serta masyarakat berjibaku melakukan pemadaman agar api tidak meluas.

Pasca kejadian, sejumlah pihak meminta agar penyelidikan dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya mencari sumber api, tetapi juga menelusuri seluruh rangkaian aktivitas sebelum kebakaran, mulai dari prosedur pengisian BBM, standar keselamatan kerja, hingga keberadaan kendaraan tangki yang berada di lokasi.
Ketua GPMI (Gerakan Peduli Migas Indonesia) Jhoys Arcan mendesak aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan secara transparan dan profesional.

Menurut Jhoys Arcan, aktivitas yang berkaitan dengan migas memiliki risiko tinggi sehingga aspek keselamatan harus menjadi perhatian utama.
“Peristiwa ini harus diungkap secara terang. Jika dalam penyelidikan ditemukan adanya kelalaian atau pelanggaran prosedur keselamatan, maka pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai aturan hukum,” tegas Jhoys Arcan.

Ia juga meminta penyidik memeriksa seluruh bukti pendukung, termasuk rekaman CCTV, keterangan saksi, dokumen operasional, serta prosedur pengamanan dalam aktivitas pengisian BBM di kawasan pelabuhan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Sementara itu, PT PBP Trans Group belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan aktivitas tiga mobil tangki yang disebut berada di lokasi sebelum kejadian.

Publik kini menunggu hasil penyelidikan yang objektif dan transparan. Apabila ditemukan unsur kelalaian atau pelanggaran hukum, masyarakat berharap aparat penegak hukum mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku. ( Amex

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *