“LONDO IRENG”

KopiBangbul92 Views
Read Time:1 Minute, 43 Second

 

Istilah “Londo Ireng” kembali menjadi perbincangan. Dua kata yang secara harfiah berarti “Belanda Hitam” tersebut memiliki akar sejarah panjang pada masa kolonial, tetapi dalam perkembangan wacana politik modern, maknanya sering mengalami pergeseran.
Lantas, siapa sebenarnya yang disebut Londo Ireng?
Secara historis, istilah Londo Ireng dikaitkan dengan orang-orang Afrika yang direkrut oleh pemerintah kolonial Belanda untuk menjadi bagian dari KNIL (Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger). Mereka ditempatkan sebagai bagian dari struktur militer kolonial di Hindia Belanda.
Namun, istilah tersebut kemudian berkembang menjadi metafora politik untuk menggambarkan seseorang atau kelompok yang dianggap menjadi alat kepentingan kekuatan asing atau lebih mengutamakan kepentingan luar dibanding kepentingan bangsanya sendiri.

Pemaknaan politik terhadap Londo Ireng dikaitkan dengan warna kulit, suku, ras, maupun asal-usul seseorang.
Jika istilah tersebut digunakan sebagai metafora, maka yang seharusnya menjadi perhatian adalah perilaku, kepentingan, hubungan, dan bukti sejarah keterlibatan dalam penjajahan terhadap bangsa nusantara

Dalam konteks politik modern, dugaan keberpihakan kepada kepentingan asing semestinya dinilai berdasarkan fakta yang dapat diverifikasi.
Misalnya, terdapat hubungan kepentingan yang jelas dengan pihak asing; adanya dukungan finansial yang tidak transparan; adanya keuntungan pribadi atau kelompok dari kepentingan tertentu; atau adanya tindakan konkret yang menunjukkan seseorang sengaja memperjuangkan kepentingan pihak luar dengan mengorbankan kepentingan nasional.

Pembelokan sejarah bangsa dan merusak tatanan budaya bangsa Nusantara memutus mata rantai dengan leluhur nusantara seakan tidak berguna berakibat pada krisis identitas tercabut dari akar budaya dan leluluhurnya kemudian klaim penguasaan suatu wilayah untuk kepentingan entitas etnis kelompok bahkan klaim bangsa asing merasa paling tinggi harkat dan martabatnya melebihi bangsa nusantara dengan memposisikan dan membangun narasi seakan akan leluhur bangsanya lebih berjasa dalam eksistensi peradaban daripada leluhur nusantara berakibat hilangnya kebanggaan nusantara dan melemahnya nasionalisme

Jangan biarkan Londo ireng berkeliaran membuat kegaduhan dan  merugikan kepentingan nasional, maka bongkar secara terbuka aktivitasnya

Selidik pelakunya
Telusuri sumber dananya.
Periksa hubungan bisnisnya.
Audit kepentingannya.
Buka dokumennya.
Dan apabila terdapat pelanggaran hukum, proses melalui mekanisme hukum yang berlaku.

Nasionalisme harus terlihat dari tindakan, keberpihakan, dan tanggung jawab terhadap kepentingan rakyat.
Dan sejarah harus ditempatkan sebagai fakta untuk instropeksi diri sudah berkorban apa untuk kejayaan bangsa Nusantara ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *