Anak Ini Mau Sama Siapa?” Tangis Keluarga Korban Pecah, Lucky Hakim: “Jangan Bingung, Bawa ke Saya, Insya Allah Saya Siap”

mpnTERKINI65 Views
Read Time:1 Minute, 57 Second

 

INDRAMAYU – Mpn. Tragedi kecelakaan maut di Jalur Pantura, Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, tidak hanya merenggut belasan nyawa. Musibah itu juga menyisakan kepedihan yang tak terlukiskan bagi keluarga yang ditinggalkan, terutama anak-anak yang kini harus menjalani hidup tanpa ayah, ibu, bahkan ada yang kehilangan kedua orang tuanya sekaligus.

Suasana duka begitu terasa ketika Bupati Indramayu Lucky Hakim mendatangi rumah duka untuk bertakziah. Di tengah isak tangis keluarga, pembicaraan bukan lagi hanya tentang kepergian para korban, tetapi juga tentang nasib anak-anak yang kini kehilangan tempat bersandar.

Dengan mata sembab dan suara yang bergetar, salah seorang anggota keluarga korban menyampaikan kegelisahan yang sejak tragedi itu terus menghantui pikirannya.

“Saya bingung, anak ini nanti sama siapa? Suami saya takut tidak mau menampung. Saya takut tidak sanggup membesarkannya sendirian. Saya hanya ingin anak ini tetap punya masa depan,” ucap anggota keluarga korban sambil menangis.

Mendengar ucapan tersebut, Lucky Hakim langsung sigap berusaha menenangkan keluarga. Ia menegaskan agar keluarga tidak larut dalam kebingungan memikirkan masa depan sang anak.

“Jangan takut, jangan bingung. Kalau memang keluarga bingung anak ini nanti sama siapa, sampaikan kepada saya. Insya Allah saya siap membantu dan siap ikut mengasuhnya. Yang penting anak ini tetap bisa sekolah, tumbuh dengan baik, dan masa depannya jangan sampai terputus hanya karena musibah ini,” ujar Lucky Hakim.

Ucapan itu membuat suasana rumah sakit semakin haru. Bagi keluarga korban, komitmen tersebut menjadi secercah harapan di tengah kehilangan yang begitu besar.

Lucky menegaskan bahwa perhatian kepada keluarga korban tidak boleh berhenti pada prosesi pemakaman ataupun pemberian santunan. Menurutnya, anak-anak yang kehilangan orang tua membutuhkan pendampingan dalam jangka panjang agar tetap memperoleh pendidikan, kasih sayang, dan kesempatan meraih cita-cita.

Ia juga meminta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Indramayu segera mendata anak-anak korban yang kehilangan orang tua untuk memastikan kebutuhan mereka dapat ditangani melalui berbagai bentuk bantuan dan pendampingan.

Tragedi kecelakaan maut di Jalur Pantura ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap angka korban meninggal, ada keluarga yang harus memulai hidup dari nol. Ada anak-anak yang kehilangan pelukan orang tua, kehilangan sosok yang membimbing mereka setiap hari, dan kini menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian.

Di tengah duka yang masih menyelimuti, kepedulian kepada anak-anak korban menjadi harapan baru. Sebab, bagi mereka yang kehilangan orang tua, uluran tangan dan kepastian bahwa mereka tidak ditinggalkan menjadi arti yang jauh lebih besar daripada sekadar bantuan sesaat. ( Amex

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *