Aliansi Petani Gantar Bersatu Geruduk Bendungan Sadawarna, Desak BBWS Segera Bangun Irigasi

mpnTERPOPULER282 Views
Read Time:2 Minute, 33 Second

‎
‎mpn.co.id INDRAMAYU,– Ratusan petani dari tiga kabupaten turun ke jalan dan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bendungan Sadawarna, Rabu (4/11/2026). Mereka mendesak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum segera merealisasikan pembangunan jaringan irigasi agar air bendungan dapat dimanfaatkan untuk mengairi lahan persawahan.
‎
‎Aksi yang digelar Aliansi Petani Gantar Bersatu (APGB) tersebut melibatkan massa dari Kabupaten Indramayu, Subang, dan Sumedang. Para petani menilai keberadaan Bendungan Sadawarna hingga kini belum memberikan manfaat maksimal bagi sektor pertanian, khususnya untuk memenuhi kebutuhan air sawah di Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu.
‎
‎Para petani mempertanyakan belum terealisasinya jaringan irigasi yang dapat menyalurkan air bendungan ke areal persawahan. Padahal, pembangunan bendungan dengan investasi besar semestinya didukung infrastruktur distribusi air yang memadai agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, terutama petani.
‎
‎Secara geografis, Bendungan Sadawarna berada di kawasan perbatasan Kabupaten Sumedang, Subang, dan Indramayu, Jawa Barat. Bendungan yang dibangun dengan membendung aliran Sungai Cipunegara tersebut diproyeksikan menjadi infrastruktur strategis untuk mendukung kebutuhan air di wilayah sekitarnya.
‎
‎Bendungan Sadawarna memiliki sejumlah fungsi penting, di antaranya mendukung pengairan lahan pertanian sekitar 4.280 hingga 4.500 hektare di wilayah Subang dan Indramayu, mengendalikan potensi banjir di daerah hilir, serta menyediakan air baku sekitar 4,50 meter kubik per detik.
‎
‎Ketersediaan air tersebut juga diproyeksikan mendukung kebutuhan masyarakat dan pengembangan kawasan industri, termasuk kawasan Pelabuhan Patimban.
‎
‎Namun, potensi besar tersebut masih menyisakan persoalan bagi petani. Mereka menilai tanpa jaringan irigasi yang memadai, keberadaan bendungan belum dapat menjawab kebutuhan pengairan sawah secara optimal.
‎
‎Ketua Koordinator Aksi APGB, Rana, menegaskan bahwa percepatan pembangunan jaringan irigasi menjadi tuntutan utama dalam aksi tersebut. Menurutnya, ketersediaan air merupakan kebutuhan mendasar bagi petani untuk menjaga keberlangsungan kegiatan pertanian.
‎
‎”Kami mendesak BBWS Citarum agar segera merealisasikan pembangunan irigasi Bendungan Sadawarna. Ini menyangkut kepentingan para petani, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung program ketahanan pangan pemerintah,” tegas Rana.
‎
‎Rana mengungkapkan, dalam pertemuan saat aksi berlangsung, pihaknya telah menerima penyampaian dari perwakilan BBWS Citarum mengenai rencana realisasi pembangunan jaringan irigasi.
‎
‎Meski demikian, APGB meminta agar penyampaian tersebut segera ditindaklanjuti dengan kepastian pelaksanaan, termasuk langkah konkret dan realisasi pembangunan di lapangan.
‎
‎”Tadi juga penyampaian dari pihak BBWS sudah kami dengar bahwasanya akan segera merealisasikan pembangunan irigasi tersebut. Namun demikian, seandainya itu tidak terlaksana, maka kami akan menggelar aksi yang lebih besar lagi,” tegasnya.
‎
‎Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Gantar, Iwan, mengatakan persoalan irigasi berkaitan langsung dengan keberlangsungan ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
‎
‎Menurutnya, ketersediaan air yang memadai menjadi faktor penting untuk menjaga produktivitas lahan, meningkatkan hasil panen, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
‎
‎Ia berharap pemerintah dan BBWS Citarum memberikan perhatian serius terhadap aspirasi petani. Sebab, kepastian pengairan sangat dibutuhkan agar petani dapat mengelola lahan secara maksimal dan tidak terus dibayangi persoalan kekurangan air.
‎
‎Untuk mengamankan jalannya aksi, sebanyak 200 personel gabungan dari unsur TNI dan Polri diterjunkan ke lokasi. Pengamanan dilakukan guna memastikan penyampaian aspirasi berlangsung tertib, aman, dan kondusif.
‎
‎Kini, perhatian tertuju pada tindak lanjut komitmen BBWS Citarum. Para petani menunggu kepastian kapan pembangunan jaringan irigasi akan dimulai dan bagaimana air Bendungan Sadawarna dapat dialirkan hingga menjangkau lahan pertanian.
‎

‎Penulis: Jojo Sutrisno

‎

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *