74 Siswa SMKN 1 Anjatan Indramayu Diduga Keracunan MBG, Belasan Dilarikan ke Rumah Sakit

mpnTERKINI272 Views
Read Time:1 Minute, 34 Second

‎
mpn.co.id, INDRAMAYU – Dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan siswa SMK Negeri 1 Anjatan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menjadi perhatian serius. Sebanyak 74 siswa dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Vizzal, Kamis (22/10/2026).
‎
Dari jumlah tersebut, sebanyak 17 siswa dilaporkan dirujuk ke RSUD Sentot Patrol untuk mendapatkan penanganan medis. Para siswa disebut didampingi oleh orang tua masing-masing.
‎
Sementara itu, siswa lainnya dilaporkan mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan, yakni Puskesmas Anjatan, Puskesmas Sukra, dan RS Mitra Plumbon Patrol.
‎
Peristiwa ini menjadi sorotan karena menyangkut keselamatan peserta didik dalam pelaksanaan program MBG yang ditujukan untuk mendukung pemenuhan gizi anak sekolah.
‎
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Anjatan, Deddy Irawan, S.Sos., M.AP., dilaporkan turun langsung ke RSUD Sentot Patrol untuk memastikan penanganan medis terhadap para siswa yang terdampak.
‎
Kehadiran pejabat kecamatan tersebut menjadi bagian dari pemantauan terhadap kondisi siswa sekaligus memastikan mereka mendapatkan penanganan yang diperlukan.

‎

Di sisi lain, Kapolsek Anjatan juga turun langsung ke lokasi sekolah untuk melakukan pemantauan dan pengamanan menyusul laporan dugaan keracunan tersebut.
‎
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam proses pendalaman dan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak terkait.
‎
Meski gejala yang dialami para siswa diduga berkaitan dengan konsumsi MBG, hubungan antara makanan yang disajikan dan gangguan kesehatan yang dialami para siswa belum dapat dipastikan. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut.
‎

Hingga saat ini, belum ada keterangan atau klarifikasi resmi dari pihak SPPG Vizzal terkait dugaan keracunan tersebut. Pihak SMK Negeri 1 Anjatan juga belum memberikan keterangan mengenai kronologi kejadian maupun kondisi para siswa.
‎
Publik kini menanti penjelasan resmi dari pihak-pihak terkait, termasuk hasil pemeriksaan medis dan pengujian terhadap sampel makanan apabila dilakukan.
‎
Kejelasan informasi sangat diperlukan agar penyebab kejadian dapat diketahui secara objektif, sekaligus memastikan keselamatan siswa dan mencegah kejadian serupa terulang.
‎
‎Penulis
‎(Jojo Sutrisno)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *