Cegah Bullying dan Perkawinan Anak, SMPN 1 Kroya Libatkan Orang Tua dalam Seminar Parenting

Rimba News216 Views
Read Time:2 Minute, 11 Second

‎
‎mpn.co.id INDRAMAYU, – UPTD SMP Negeri 1 Kroya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menggelar seminar parenting bertema “Anak Terlindungi, Masa Depan Cemerlang”, Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya sekolah untuk meningkatkan kesadaran orang tua dan siswa terhadap bahaya perundungan (bullying) serta pencegahan perkawinan anak.
‎
‎Seminar tersebut dihadiri para orang tua atau wali murid kelas VIII. Melalui kegiatan ini, pihak sekolah mendorong penguatan kerja sama antara sekolah dan keluarga dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak.


‎
‎Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala UPTD SMP Negeri 1 Kroya, Cucu Ruskandi, M.Pd., menyampaikan terima kasih kepada para wali murid yang telah memenuhi undangan sekolah.
‎
‎Ia mengajak seluruh orang tua untuk bersama-sama mendukung berbagai program sekolah, terutama yang berkaitan dengan perlindungan anak dan pembentukan karakter peserta didik.
‎
‎Dalam pemaparannya, Cucu juga menyoroti tiga persoalan serius yang harus dicegah di lingkungan pendidikan, yakni perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi.
‎
‎Menurutnya, upaya pencegahan ketiga persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan semua pihak, baik sekolah, orang tua, maupun peserta didik.
‎
‎“Melalui kegiatan ini, kami berharap terbangun kesadaran bersama untuk menjaga anak-anak agar terhindar dari perilaku yang dapat merugikan diri mereka sendiri maupun orang lain,” menjadi pesan penting dalam upaya penguatan perlindungan peserta didik.
‎
‎
‎Materi mengenai pencegahan perundungan disampaikan oleh Surnata, S.Pd. Ia menjelaskan bahwa bullying merupakan perilaku menyakiti atau merendahkan orang lain yang dilakukan secara sengaja dan berulang, terutama ketika terdapat ketimpangan kekuatan antara pelaku dan korban.
‎
‎Perundungan tidak boleh dianggap sebagai candaan biasa. Jika dibiarkan, perilaku tersebut dapat berdampak terhadap kondisi psikologis maupun proses belajar korban.
‎
‎Dari sisi psikologis, korban perundungan dapat mengalami kecemasan berlebihan, kehilangan rasa percaya diri, hingga merasa tidak aman ketika berada di lingkungan sekolah.
‎
‎Sementara dari sisi akademik, korban bisa mengalami penurunan konsentrasi, kesulitan mengikuti pelajaran, bahkan takut berangkat ke sekolah.
‎
‎Karena itu, pemahaman mengenai bentuk, dampak, dan cara menangani perundungan menjadi hal penting bagi orang tua maupun tenaga pendidik.
‎
‎Dalam upaya pencegahan dan penanganan perundungan, pihak sekolah didorong untuk menyusun aturan yang tegas serta menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas.
‎
‎Penanganan juga perlu dilakukan secara tepat, dengan mengutamakan keselamatan dan perlindungan anak serta memastikan setiap laporan ditindaklanjuti secara proporsional.
‎
‎Di sisi lain, orang tua memiliki peran penting dalam membangun komunikasi terbuka dengan anak. Anak perlu merasa aman untuk bercerita ketika mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan, tanpa takut disalahkan maupun dihakimi.
‎
‎Sinergi antara sekolah dan keluarga diharapkan mampu membangun lingkungan belajar yang lebih ramah anak, sekaligus mencegah terjadinya kekerasan dan perilaku diskriminatif.
‎
‎Melalui seminar parenting tersebut, UPTD SMP Negeri 1 Kroya berharap orang tua semakin memahami pentingnya pendampingan terhadap anak, baik di rumah maupun di sekolah.
‎
‎Penulis
‎(Jojo Sutrisno)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed