Unjungan Buyut Pasarean Blok Bungkul Barat Bojongsari, Tradisi Leluhur yang Tak Boleh Tergerus Zaman

mpnSAPA DESA17 Views
Read Time:1 Minute, 39 Second

 

Mpn. INDRAMAYU — Tradisi leluhur bukan sekadar cerita masa lalu. Di tengah derasnya perubahan zaman, masyarakat Blok Bungkul Barat RW 03, Desa Bojongsari, Kabupaten Indramayu, membuktikan bahwa akar budaya tetap mampu berdiri kokoh melalui Unjungan Buyut Pasarean.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Warga berbondong-bondong hadir untuk memanjatkan doa, mengenang para leluhur, sekaligus mempererat kembali ikatan sosial yang menjadi kekuatan masyarakat desa.

Kehadiran Ibu Lurah Bojongsari, Riska Dwi Febriani, S.STP., menjadi bagian penting dalam momentum tersebut. Ia hadir di tengah masyarakat, menyatu dalam suasana tradisi dan kebersamaan warga.

Unjungan memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar ritual tahunan. Di dalamnya terdapat pesan tentang penghormatan kepada leluhur, menjaga silaturahmi, merawat kebersamaan dan mengingat kembali jati diri masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Ketika tradisi mulai tergerus modernisasi, masyarakat Bojongsari justru memilih untuk tetap berdiri menjaga warisan leluhur. Sebab, kemajuan sebuah desa tidak berarti harus meninggalkan identitas dan sejarah yang telah membentuk masyarakatnya.

Riska Dwi Febriani mengapresiasi kekompakan warga Blok Bungkul Barat yang masih konsisten mempertahankan tradisi Unjungan Buyut Pasarean. Menurutnya, budaya lokal harus dijaga bersama agar tidak berhenti hanya sebagai kenangan bagi generasi terdahulu.

“Unjungan bukan hanya kegiatan tradisi, tetapi menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan mengingat jasa para leluhur. Yang paling penting, nilai kebersamaan dan budaya ini jangan sampai hilang dan harus terus dikenalkan kepada generasi muda,” ujarnya.

Kehadiran pemerintah desa di tengah masyarakat juga menjadi pesan bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab para sesepuh atau tokoh masyarakat. Pemerintah dan generasi muda memiliki peran yang sama untuk memastikan tradisi lokal tetap hidup.

Dari Blok Bungkul Barat, pesan itu kembali ditegaskan: modern boleh, zaman boleh berubah, tetapi akar budaya jangan sampai tercerabut. Unjungan Buyut Pasarean menjadi bukti bahwa masyarakat masih memiliki kepedulian untuk menjaga warisan leluhur sekaligus merawat persaudaraan.

Tradisi boleh berlangsung sederhana, tetapi maknanya tidak sederhana. Di balik doa yang dipanjatkan dan kebersamaan yang terbangun, tersimpan tekad masyarakat Bojongsari untuk menjaga identitas budaya agar tetap hidup, dikenal dan diwariskan kepada anak cucu. ( Slamet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *