MPN. Pelantikan Drs. H. Nahdudin Islami, M.Si., M.Pd. sebagai Rektor ITPB periode 2026–2031 harus dipandang sebagai momentum strategis, bukan sekadar pergantian kepemimpinan administratif.
ITPB memiliki posisi yang khas. Institut Teknologi Petroleum Balongan sejak awal dibangun untuk menjawab kebutuhan sumber daya manusia di sektor migas. Sejarah ITPB mencatat bahwa lembaga ini bermula dari Akamigas Balongan pada 2002, kemudian berkembang menjadi ITPB pada 2022. Program pendidikannya kini mencakup Teknik Perminyakan, Rekayasa Keselamatan Kebakaran, Teknik Lingkungan, Perminyakan D3, Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kebakaran D3, serta Teknik Kimia D3.
ITPB memiliki kekuatan pada kedekatannya dengan kebutuhan nyata industri. Kampus ini tidak boleh hanya menghasilkan lulusan yang memegang ijazah, tetapi harus menghasilkan tenaga profesional yang benar-benar menguasai kompetensi.
Kampus yang Harus Menjawab Kebutuhan Industri
ITPB mempunyai modal akademik yang sangat kuat. Teknik Perminyakan berkaitan langsung dengan industri energi; Teknik Kimia berkaitan dengan pengolahan minyak dan industri petrokimia; bidang keselamatan berkaitan dengan K3, pencegahan kebakaran dan keselamatan proses; sedangkan Teknik Lingkungan berkaitan dengan pengendalian dampak industri dan keberlanjutan.
Bahkan secara resmi ITPB menyatakan bahwa pendidikan Teknik Perminyakan diarahkan menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing serta memiliki hubungan dengan kebutuhan industri migas.
Karena itu, ITPB harus berani mengambil posisi sebagai kampus pencetak SDM industri strategis.
“Indramayu mempunyai industri energi, kawasan industri MIGAS dan aktivitas pertanian dan perikanan, kelautan serta potensi pengembangan ekonomi yang besar. Jangan sampai investasi tumbuh, tetapi tenaga ahli dan tenaga profesionalnya justru didatangkan dari luar daerah.” ujar Nahdudin
Pernyataan tersebut mengandung kritik sekaligus tantangan. Pembangunan daerah tidak cukup hanya mengundang investor. Pemerintah daerah dan perguruan tinggi harus memastikan masyarakat lokal mempunyai kompetensi untuk masuk ke dalam rantai ekonomi investasi tersebut.
Perminyakan: Kompetensi Harus Lebih Penting daripada Gelar
Bidang Teknik Perminyakan harus menjadi salah satu kekuatan utama ITPB.
Mahasiswa tidak cukup memahami teori. Mereka harus memahami dunia industri secara nyata: reservoir, pemboran, produksi, teknologi energi, keselamatan, efisiensi, serta perkembangan teknologi digital.
ITPB sendiri menjelaskan bahwa pembelajaran Teknik Perminyakan mencakup antara lain reservoir, pemboran, produksi dan geothermal.
“Yang dibutuhkan industri bukan sekadar orang yang mempunyai gelar sarjana atau diploma. Industri membutuhkan orang yang bisa bekerja, bisa berpikir, bisa memecahkan masalah dan bisa bertanggung jawab.” tambahnya
Karena itu, hubungan antara pembelajaran di kelas dan pengalaman industri harus terus diperkuat.
K3 Harus Menjadi Budaya
Bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja juga harus mendapat perhatian besar.
Industri migas, petrokimia, manufaktur dan energi memiliki risiko tinggi. Kesalahan kecil dapat menimbulkan kerugian besar bahkan korban jiwa.
Karena itu, K3 tidak boleh dipandang sebagai formalitas.
Lulusan bidang keselamatan harus mampu mengidentifikasi bahaya, melakukan manajemen risiko, memahami keselamatan proses, mencegah kebakaran, melakukan investigasi kecelakaan dan membangun budaya keselamatan. Kompetensi tersebut juga tercermin dalam kompetensi lulusan Rekayasa Keselamatan Kebakaran ITPB.
“K3 harus menjadi budaya organisasi, bukan sekadar dokumen yang diperiksa ketika audit.”
Teknik Kimia: Menjawab Industri Pengolahan
Teknik Kimia mempunyai relevansi langsung dengan karakter industri di Indramayu.
ITPB menyebutkan bahwa D3 Teknik Kimia berfokus pada bidang refinery atau pengolahan minyak bumi dan industri petrokimia, selain membuka peluang karier di industri kimia lainnya.
Bidang ini harus dikembangkan menjadi kekuatan yang menghubungkan ilmu kimia, proses industri, efisiensi energi, keselamatan, produktivitas dan lingkungan.
“Engineer masa depan tidak cukup hanya tahu bagaimana sebuah proses berjalan. Ia harus mampu menjawab bagaimana proses itu dibuat lebih efisien, lebih aman, lebih ekonomis dan lebih ramah lingkungan.”
Teknik Lingkungan: Masa Depan Industri Berkelanjutan
Sementara itu, Teknik Lingkungan semakin strategis ketika dunia industri bergerak menuju pembangunan berkelanjutan.
ITPB menetapkan visi S1 Teknik Lingkungan untuk menjadi program studi unggulan berbasis zero waste di Jawa Barat.
Ini harus menjadi peluang besar.
Industri masa depan tidak boleh hanya mengejar produksi. Industri harus memperhatikan air, tanah, udara, limbah, emisi dan keberlanjutan.
Dengan demikian, lulusan Teknik Lingkungan harus mampu berdialog dengan engineer perminyakan, ahli kimia, ahli K3, pemerintah dan masyarakat.
“Empat disiplin—perminyakan, teknik kimia, keselamatan, dan lingkungan—jangan berjalan sendiri-sendiri. Justru kekuatan ITPB terletak pada kemampuan mengintegrasikan keempatnya.” tegas nya
ITPB Harus Menjadi Laboratorium Pembangunan Indramayu
ITPB harus lebih dekat dengan persoalan pembangunan daerah.
Indramayu tidak kekurangan persoalan untuk diteliti: energi, industri, lingkungan pesisir, pertanian, perikanan, pengelolaan limbah, air, keselamatan kerja, UMKM dan pengembangan kawasan.
Perguruan tinggi harus hadir sebagai think tank pembangunan daerah.
Artinya, penelitian dosen dan mahasiswa jangan berhenti menjadi laporan akademik. Penelitian harus menghasilkan rekomendasi kebijakan, teknologi tepat guna, inovasi industri dan solusi konkret bagi masyarakat.
Dalam konteks pembangunan Indramayu Barat, peran tersebut bahkan semakin penting.
Wilayah yang sedang berkembang membutuhkan perencanaan berbasis data. Jangan sampai pembangunan kawasan hanya mengejar investasi, tetapi mengabaikan kualitas lingkungan, kapasitas SDM dan kepentingan masyarakat lokal.
Tantangan Rektor 2026–2031
Ada beberapa agenda besar yang harus menjadi perhatian Rektor ITPB.
Pertama, meningkatkan kualitas akademik.
Kedua, memperkuat kompetensi dosen.
Ketiga, memperkuat laboratorium dan fasilitas praktik.
Keempat, memperluas kerja sama dengan industri.
Kelima, meningkatkan penelitian aplikatif.
Keenam, memperkuat sertifikasi dan kompetensi mahasiswa.
Ketujuh, memperluas jejaring nasional dan internasional.
Kedelapan, membangun tata kelola kampus yang transparan, profesional dan terukur.
Dan yang paling penting, meningkatkan serapan lulusan di dunia kerja.
ITPB sendiri menegaskan pentingnya penyelarasan ilmu di kelas dengan teknologi yang berkembang di industri serta pengalaman lapangan mahasiswa.
Ukuran Keberhasilan Harus Jelas Keberhasilan kepemimpinan rektor tidak boleh
Pelantikan Drs. H. Nahdudin Islami, M.Si., M.Pd. sebagai Rektor ITPB periode 2026–2031 adalah momentum untuk membawa ITPB ke tingkat yang lebih tinggi.
ITPB mempunyai kekuatan yang sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan: perminyakan, K3 dan keselamatan kebakaran, teknik kimia, serta teknik lingkungan.
Tantangannya sekarang adalah bagaimana kekuatan tersebut diubah menjadi keunggulan akademik, keunggulan SDM dan keunggulan industri.
ITPB harus menjadi kampus yang bukan hanya menghasilkan lulusan berijazah, tetapi menghasilkan manusia yang kompeten, berintegritas, inovatif, siap bekerja, mampu menciptakan lapangan kerja dan mampu menyelesaikan persoalan bangsa. ( War
Selamat dan sukses kepada Drs. H. Nahdudin Islami, M.Si., M.Pd.
Semoga amanah, visioner dan mampu membawa ITPB menjadi perguruan tinggi teknologi yang semakin unggul, profesional dan berdaya saing. ( War












