Wafat Sebelum Dilantik, Foto Almarhumah Jadi Saksi Haru Pelantikan Kuwu Terpilih di Indramayu

mpnSAPA DESA137 Views
Read Time:1 Minute, 47 Second


‎mpn.co.id Indramayu, – Prosesi pelantikan kuwu terpilih definitif di Kabupaten Indramayu, Kamis (12/2/2026), berubah menjadi momen penuh haru yang membekas di hati para tamu undangan. Di tengah suasana khidmat acara resmi pemerintahan, sebuah bingkai foto almarhumah Hj. Tarsitem, Kuwu terpilih Desa Sukasari, Kecamatan Arahan, menjadi pusat perhatian dan simbol duka yang mendalam.

‎Almarhumah Hj. Tarsitem sebelumnya telah ditetapkan sebagai peraih suara terbanyak dalam pemilihan kuwu Desa Sukasari. Namun takdir berkata lain. Ia wafat sebelum sempat dilantik dan mengemban amanah yang telah dipercayakan masyarakat kepadanya.

‎Dalam prosesi tersebut, keluarga almarhumah hadir mewakili. Suasana ruangan mendadak hening saat nama Hj. Tarsitem disebut dalam rangkaian acara. Sejumlah tamu undangan terlihat menundukkan kepala, sementara beberapa lainnya menyeka air mata.

‎Perhatian publik tertuju pada Rahma, putri almarhumah, yang duduk di kursi undangan sambil mendekap erat foto sang ibu. Dengan mata sembab dan suara tertahan, Rahma berusaha tegar di tengah gelombang emosi yang tak terbendung. Air mata terus mengalir di pipinya, menjadi saksi bisu betapa berat momen yang harus ia jalani.

‎Beberapa kali ia terlihat menunduk, mencoba menguatkan diri. Seorang ibu yang duduk di sampingnya tampak merangkul dan menenangkan Rahma sebelum akhirnya ia kembali duduk dengan tetap memeluk bingkai foto tersebut. Di sisi lain, suami almarhumah berusaha tegar, meski gurat kesedihan jelas tergambar di wajahnya menyiratkan kehilangan yang begitu dalam.

‎Bagi warga Desa Sukasari, Hj. Tarsitem Ia dikenal sebagai sosok yang ramah, dekat dengan masyarakat, serta aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
‎Kemenangannya dalam pemilihan kuwu menjadi harapan baru bagi pembangunan dan pelayanan desa yang lebih baik.

‎Namun kemenangan itu justru menjadi kenangan terakhir dari perjuangannya dalam kontestasi demokrasi desa. Amanah yang telah dipercayakan rakyat belum sempat diwujudkan dalam bentuk pengabdian resmi.

‎Bupati Indramayu, Lucky Hakim, atas nama Pemerintah Kabupaten Indramayu, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia juga memberikan penghormatan atas dedikasi dan komitmen almarhumah dalam mengikuti proses demokrasi desa hingga akhir hayatnya.

‎“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar Lucky Hakim dalam sambutannya.

‎Ia juga mengapresiasi semangat demokrasi masyarakat Desa Sukasari yang telah berlangsung tertib dan damai.

‎Penulis
‎(Jojo Sutrisno)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *