Rencana Alih Fungsi Pustu Kedungwungu Jadi Koperasi Desa Tuai Polemik Dan Kritikan Warga.

mpnNEWS132 Views
Read Time:2 Minute, 15 Second


‎mpn.co.id INDRAMAYU, – Rencana alih fungsi bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Kedungwungu, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menjadi gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menuai keprihatinan sekaligus kecaman dari berbagai pihak. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi mengurangi akses layanan kesehatan bagi masyarakat setempat.

Isu ini mencuat setelah sebuah video yang memperlihatkan aktivitas pemindahan peralatan medis dari dalam bangunan Pustu beredar luas di media sosial. Video berdurasi 56 detik itu diunggah oleh akun Facebook @Alif Alifah pada Kamis (26/3/2026) dan langsung memantik perdebatan di kalangan warganet.

Dalam video tersebut terlihat beberapa tenaga kesehatan tengah membereskan perlengkapan medis yang diduga akan dipindahkan dari bangunan Pustu tersebut. Unggahan tersebut disertai keterangan yang mempertanyakan keputusan pengalihan fungsi fasilitas kesehatan menjadi bangunan koperasi.

“Coba komen gaes, ini kemajuan apa kemunduran buat bangsa kita tercinta? Puskesmas pembantu harus digusur buat koperasi merah putih yang belum jelas. Padahal di sini ada nyawa yang tertolong dan ada yang sakit terobati karena kejauhan kalau harus ke Puskesmas Bugis,” tulis akun tersebut.

Postingan itu pun langsung mendapat beragam respons dari masyarakat. Sebagian besar warganet menyayangkan jika fasilitas kesehatan yang selama ini dimanfaatkan warga harus dihentikan operasionalnya.

Salah seorang warga Desa Kedungwungu, Nana, mengaku sangat menyayangkan rencana tersebut. Ia menilai keputusan mengalihfungsikan bangunan Pustu tidak mempertimbangkan kebutuhan dasar masyarakat terhadap layanan kesehatan yang mudah dijangkau.

Menurut Nana, hingga saat ini Pustu Kedungwungu masih aktif memberikan pelayanan kesehatan bagi warga sekitar, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan cepat dan tidak memiliki akses transportasi memadai.

“Selama ini Pustu Kedungwungu masih berfungsi aktif untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Kalau dibongkar dan dialihfungsikan, maka warga sekitar yang kurang mampu harus menempuh jarak cukup jauh untuk berobat ke Puskesmas Bugis,” ujarnya

saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (27/3/2026).
‎Ia juga menambahkan bahwa Desa Kedungwungu sebenarnya masih memiliki sejumlah lahan aset desa yang dinilai lebih layak digunakan untuk pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih tanpa harus mengorbankan fasilitas kesehatan yang sudah ada.
‎Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan.

Bagi masyarakat pedesaan, keberadaan Pustu menjadi fasilitas vital yang berperan sebagai layanan kesehatan tingkat pertama sebelum dirujuk ke puskesmas induk.

Jika Pustu tersebut benar-benar dialihfungsikan, warga diperkirakan harus menempuh jarak lebih jauh menuju Puskesmas Bugis, yang menjadi pusat layanan kesehatan terdekat bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Sejumlah warga berharap pemerintah desa maupun pihak terkait dapat mempertimbangkan kembali rencana tersebut serta membuka ruang dialog dengan masyarakat agar keputusan yang diambil tidak merugikan kepentingan publik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah desa maupun instansi terkait mengenai alasan pasti rencana pengalihan fungsi bangunan Pustu Kedungwungu tersebut.

Masyarakat pun kini menunggu kejelasan dari pemerintah, apakah fasilitas kesehatan tersebut akan tetap dipertahankan atau benar-benar dialihfungsikan menjadi gedung koperasi.

‎(Jojo Sutrisno)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *