Prabowo–Albanese Sepakati Penguatan Kerja Sama Pertanian, Investasi, dan Pendidikan

Read Time:2 Minute, 7 Second

Mpn. Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menegaskan komitmen untuk memperkuat kemitraan strategis kedua negara melalui kerja sama konkret di sejumlah sektor prioritas, mulai dari pertanian, investasi mineral kritis, hingga pendidikan dan tenaga kerja terampil.
Dalam pernyataan pers bersama di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2/2026), Presiden Prabowo mengatakan Indonesia dan Australia sepakat memperluas kerja sama di bidang pertanian guna mendukung penguatan ketahanan pangan nasional. Ia mengundang Australia untuk mengembangkan joint venture sektor pertanian di kedua negara.

“Di bidang pertanian, saya mengundang pihak Australia untuk mengembangkan joint venture di sektor pertanian di kedua negara guna mendukung upaya Indonesia memperkuat ketahanan pangan,” ujar Prabowo.

Selain pertanian, Presiden Prabowo juga membuka peluang investasi Australia di sektor hilirisasi mineral kritis Indonesia, seperti nikel, tembaga, bauksit, dan emas. Pada saat yang sama, ia mendorong perusahaan Indonesia untuk berinvestasi di sektor pertambangan mineral kritis Australia.

Prabowo menyebut Danantara siap menjajaki peluang co-investment dan berbagai bentuk kemitraan dengan mitra Australia. “Danantara siap bekerja sama dengan para mitranya di Australia untuk menjajaki peluang co-investment dan bentuk kemitraan lainnya,” katanya.
Di bidang pendidikan dan tenaga kerja terampil, kedua pemimpin membahas penguatan kerja sama pelatihan serta peningkatan kapasitas guru dan tenaga pengajar yang akan ditempatkan di universitas dan sekolah-sekolah baru di Indonesia. Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Australia melalui program Australia Awards Garuda Scholarship.

Selain itu, Presiden mengusulkan perluasan mutual recognition agreements (MRA) untuk sertifikasi profesi. Langkah ini dinilai dapat membuka peluang lebih besar bagi para profesional Indonesia untuk berkontribusi pada perekonomian Australia, sekaligus menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil di negara tersebut.

“Indonesia memiliki sumber daya manusia yang kompeten yang dapat membantu memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di Australia,” ujar Prabowo.
Menutup pertemuan, Presiden Prabowo mengundang PM Albanese untuk menghadiri Ocean Impact Summit yang akan digelar di Bali pada Juni mendatang, guna mendorong capaian nyata kerja sama kelautan dan menegaskan laut sebagai kepentingan bersama kedua negara.

Sementara itu, PM Anthony Albanese menyampaikan bahwa Australia dan Indonesia telah menyepakati nota kesepahaman antara Pemerintah Australia dan Danantara. Kesepakatan tersebut bertujuan meningkatkan kerja sama dan pertukaran informasi antarlembaga, sekaligus mengidentifikasi peluang peningkatan investasi dua arah.
“Ini akan membantu mengidentifikasi peluang untuk peningkatan investasi dua arah antara negara kita, serta memperkuat keamanan dan ketahanan ekonomi bersama,” ujar Albanese.

Albanese juga menyampaikan apresiasi atas diskusi dan sambutan Presiden Prabowo, serta menyatakan keyakinannya bahwa hubungan Indonesia dan Australia akan terus semakin kuat.

“Kita akan terus bekerja sama sebagai tetangga, dan yang lebih penting, sebagai sahabat, untuk membangun kawasan yang damai, stabil, dan makmur,” tutupnya. ( sumber mensetneg RI) red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *