Mpn.INDRAMAYU – Riuh tawa, sorak semangat, dan warna-warni kostum memenuhi halaman UPTD SMP Negeri 4 Sindang saat sekolah menggelar peringatan Hari Anak Nasional (HAN). Perayaan tahun ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga upaya nyata mengembalikan keceriaan anak-anak melalui karnaval budaya dan beragam permainan tradisional yang mulai jarang dijumpai di tengah gempuran gawai dan media sosial.
Sejak pagi, ratusan siswa tampil penuh percaya diri mengikuti pawai keliling sekolah dengan mengenakan pakaian adat, busana profesi, hingga kostum bertema budaya Nusantara. Kreativitas para peserta mendapat sambutan meriah dari guru dan warga sekitar yang turut menyaksikan jalannya karnaval.
Usai pawai, suasana semakin semarak ketika lapangan sekolah berubah menjadi arena perlombaan tradisional. Balap karung, tarik tambang, estafet, hingga permainan khas daerah mengundang gelak tawa sekaligus membangkitkan semangat sportivitas di antara para siswa.
Kepala SMPN 4 Sindang, Ana Rohdiana, M.Pd., mengatakan, Hari Anak Nasional harus dimaknai lebih dari sekadar peringatan tahunan. Sekolah ingin menghadirkan ruang bagi peserta didik untuk belajar dengan gembira, membangun karakter, sekaligus memperkuat kebersamaan di lingkungan sekolah.
“Anak-anak membutuhkan ruang untuk bermain, berkreasi, dan berinteraksi secara langsung. Melalui kegiatan ini kami ingin mengingatkan bahwa permainan tradisional tetap memiliki nilai pendidikan yang sangat besar dalam membentuk karakter, kerja sama, disiplin, dan sportivitas,” ujarnya.
Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, permainan tradisional menjadi salah satu cara efektif mengurangi ketergantungan terhadap gawai sekaligus mempererat hubungan antarsiswa melalui aktivitas yang sehat dan menyenangkan.
Semangat para peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Tidak ada sekat antara siswa, guru, maupun tenaga kependidikan. Semua larut dalam suasana penuh kegembiraan yang mencerminkan semangat Hari Anak Nasional sebagai momentum menghargai hak anak untuk tumbuh, belajar, bermain, dan berkembang secara optimal.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana menanamkan nilai gotong royong, toleransi, rasa percaya diri, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai itu diharapkan menjadi bekal penting bagi peserta didik dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Melalui peringatan Hari Anak Nasional, SMPN 4 Sindang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan lingkungan pendidikan yang ramah anak, aman, inklusif, dan mendorong lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, serta tetap mencintai budaya bangsa.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba dan foto bersama sebagai simbol kebersamaan. Peringatan Hari Anak Nasional di SMPN 4 Sindang menjadi bukti bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang bagi anak-anak untuk tumbuh bahagia, berkarya, dan mengukir kenangan yang bermakna. ( Slamet






