MPN. INDRAMAYU – Tiga remaja hendak tawuran berhasil diamankan petugas dari Polsek Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Sebelum beraksi, mereka konvoi menggunakan kendaraan bersama sejumlah temannya. Namun terciduk saat polisi menggelar patroli rutin di wilayah hukum Polsek setempat. Ketiganya kemudian digiring ke mapolsek untuk dilakukan pemeriksaan.
Kapolres Indramayu AKBP M Fajar Gemilang melalui Kapolsek Juntinyuat Iptu Trio Tirtana membenarkan perihal tersebut, Senin (27/7/2026), Menurutnya, pengungkapan itu bersamaan dengan kegiatan operasi cipta kondisi mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), mulai dari tindak pidana C3 (curat, curas, curanmor), geng motor, aksi tawuran, peredaran minuman keras, narkoba, hingga penggunaan knalpot bising yang meresahkan warga.” Kegiatannya yakni menyisir ruas jalan utama, titik keramaian, serta lokasi-lokasi yang dipetakan rawan tindak kejahatan, ” kata Trio.
Di tengah pelaksanaan patroli, petugas mendapati sekelompok remaja yang tengah berkonvoi di jalanan. Sontak, gerombolan remaja tersebut panik saat melihat kehadiran Polisi hingga salah seorang dari mereka terjatuh dari kendaraan. Berkat kesigapan petugas di lapangan yang dibantu warga, situasi dapat dikendalikan dan para remaja tersebut sempat diamankan terlebih dahulu di kantor desa sebelum dibawa ke polsek. Tiga orang remaja yang diduga hendak terlibat dalam aksi tawuran itu langsung diamankan ke Polsek Juntinyuat untuk dilakukan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya. Setelah diberikan arahan dan membuat pernyataan, ketiganya sudah dipulangkan kepada orang tua masing-masing. ” Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya kepemilikan senjata tajam pada diri para remaja tersebut, melainkan aksi konvoi mereka yang meresahkan pengguna jalan, ” paparnya.
Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian menghimbau para orang tua agar lebih ketat meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka, terutama saat malam hari.
Menurut dia, benteng pengawasan keluarga dinilai sangat penting guna mencegah anak muda terjerumus ke dalam pergaulan bebas, geng motor, atau kegiatan jalanan berisiko tinggi. “Langkah pencegahan akan terus dikedepankan melalui patroli rutin dan pendekatan persuasif kepada masyarakat, khususnya para remaja, agar tidak terlibat dalam aktivitas melanggar hukum maupun mengganggu ketertiban umum,” tegasnya.
Bahkan pihaknya, mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tenaga pendidik hingga orang tua untuk bersinergi menjaga keamanan lingkungan serta tidak ragu melapor jika menemukan potensi gangguan kamtibmas demi terciptanya wilayah yang aman dan kondusif. (Red












