MPN. JAWA BARAT — Merahputih Lawyers akan melakukan safari audiensi dengan jajaran Kejaksaan Negeri di wilayah Jawa Barat sebagai langkah memperkuat koordinasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Agenda tersebut diarahkan untuk membangun sinergi antara unsur masyarakat, pendampingan hukum, dan aparat penegak hukum dalam memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai ketentuan, transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Merahputih Lawyers, menyampaikan bahwa safari audiensi tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong pengawasan yang lebih terstruktur terhadap pelaksanaan MBG di tingkat daerah.
“Kami akan melakukan safari audiensi dengan Kejaksaan Negeri se-Jawa Barat. Fokusnya adalah membangun komunikasi dan sinergi dalam pengawasan pelaksanaan MBG, khususnya di setiap SPPG, agar program berjalan sesuai aturan dan kepentingan penerima manfaat,” ujar Buldani.
Menurutnya, pengawasan tidak hanya menyangkut aspek hukum, tetapi juga memastikan setiap tahapan pelaksanaan program memiliki mekanisme pertanggungjawaban yang jelas.
Merahputih Lawyers juga mengadakan kanal pengaduan masyarakat yang mudah diakses. Setiap informasi atau dugaan permasalahan dalam pelaksanaan MBG diharapkan dapat disampaikan melalui mekanisme pengaduan yang jelas untuk kemudian diverifikasi berdasarkan fakta dan dokumen pendukung.

Safari audiensi tersebut juga diharapkan dapat menjadi ruang pertukaran informasi antara Merahputih Lawyers dengan jajaran Kejaksaan Negeri terkait berbagai persoalan yang berpotensi muncul dalam pelaksanaan program MBG.
“Pengawasan harus berbasis data, fakta dan ketentuan hukum. Setiap laporan masyarakat harus diverifikasi terlebih dahulu sebelum ditarik menjadi sebuah kesimpulan,” tegas Buldani.
Dengan penguatan koordinasi tersebut, Merahputih Lawyers berharap pengawasan terhadap SPPG dapat berjalan secara berkelanjutan, sehingga pelaksanaan program MBG tetap berorientasi pada pemenuhan gizi dan kepentingan masyarakat sebagai penerima manfaat serta berdampak positif pada peningkatan ekonomi lokal khususnya sektor pertanian dan perikanan masyarakat setempat.
(Red






