LPG 3 Kg Langka  Warga Bertanya: Kemana Gas elpiji 3 Kg Menghilang ?

mpnTERKINI146 Views
Read Time:2 Minute, 0 Second

 

MPN.INDRAMAYU – Kelangkaan LPG 3 kilogram (kg) kembali membuat masyarakat resah. Keluhan datang dari warga di wilayah Singajaya, Lemahabang hingga Balongan, yang mengaku kesulitan mendapatkan LPG subsidi untuk kebutuhan rumah tangga.

Nanang, warga Singajaya, mengatakan masyarakat harus mencari ke sejumlah tempat untuk mendapatkan LPG 3 kg. Kondisi tersebut menurutnya sangat menyulitkan, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan kebutuhan memasak sehari-hari pada gas bersubsidi tersebut.

“Masyarakat resah. Gas 3 kilogram susah didapat. Kami berharap pemerintah segera turun dan mengecek kondisi di lapangan,” ujar nya

“Saat saya beli gas pedagangnya. Bilang biasanya dalam 1 Minggu gas LPG dikirim 2 sampai 3 kali sekarang tiap Minggu sekali” tambah Nanang.

Hal senada disampaikan pula oleh Yuyun warga Balongan dihadapan awak media menyampaikan ” iya bang pada angel Ning kene gah gas elpiji 3 kg mbuh priwen”

Persoalan ini tidak sekadar menyangkut ketersediaan barang. Kelangkaan LPG 3 kg juga memunculkan pertanyaan mengenai rantai distribusi dan pengawasan LPG bersubsidi, mulai dari titik pasokan hingga sampai ke tangan konsumen.

Dari Pertamina ke Masyarakat, Di Mana Titik Persoalannya?

Secara umum, LPG 3 kg bersubsidi melewati rantai distribusi sebelum sampai kepada masyarakat. Ketika konsumen mengeluhkan kelangkaan, sejumlah hal perlu diperiksa secara menyeluruh:

Pertamina → Agen → Pangkalan/Subpangkalan → Konsumen

Apakah pasokan ke wilayah tersebut berkurang?

Apakah distribusi berjalan sesuai kuota?

Apakah seluruh LPG yang masuk ke pangkalan benar-benar dijual kepada konsumen yang berhak?

Apakah terjadi penjualan di luar mekanisme yang ditetapkan?

Dan yang paling penting, mengapa masyarakat masih kesulitan mendapatkan LPG 3 kg jika pasokan secara administratif dinyatakan tersedia?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut membutuhkan jawaban berdasarkan data dan pemeriksaan lapangan, bukan sekadar asumsi.

Warga Minta Pengawasan Diperketat

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait melakukan pengecekan langsung terhadap pangkalan-pangkalan LPG di wilayah Singajaya, Lemahabang dan Balongan.

Pengecekan idealnya meliputi stok masuk, jumlah penyaluran, harga jual, penerima, serta kesesuaian distribusi dengan ketentuan yang berlaku.

Jika ditemukan adanya penyimpangan, masyarakat meminta agar ditindak sesuai aturan.

Sebaliknya, apabila kelangkaan terjadi karena faktor pasokan atau distribusi, pemerintah dan pihak terkait diharapkan menjelaskan secara terbuka kepada masyarakat agar tidak menimbulkan spekulasi.

Jangan sampai LPG subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kecil justru sulit ditemukan ketika dibutuhkan.

MPN.co.id akan melakukan investigasi lebih lanjut mengenai asal pasokan LPG 3 kg, jumlah pangkalan, distribusi harian, harga di tingkat konsumen, serta titik distribusi yang diduga menjadi sumber persoalan.

Pihak Pertamina, pemerintah daerah, agen dan pangkalan diberikan ruang yang seluas-luasnya untuk memberikan klarifikasi dan data terkait kondisi tersebut. ( Slamet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *