Kuwu Baru Desa Haurkolot Temukan Kantor Desa Kosong, Fasilitas dan Komputer Tak Ada

mpnSAPA DESA269 Views
Read Time:1 Minute, 23 Second

‎mpn.co.id Indramayu, – Momen serah terima jabatan (sertijab) Kepala Desa (Kuwu) Haurkolot, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Jumat (14/2/2026), berubah menjadi sorotan publik. Dalam pidato perdananya, Kuwu terpilih Suradi mengungkap kondisi mengejutkan kantor desa yang seharusnya menjadi pusat pelayanan masyarakat justru dalam keadaan nyaris tanpa perabot dan perangkat kerja.

‎Prosesi sertijab yang semula berlangsung khidmat mendadak diwarnai keprihatinan. Di hadapan warga, tokoh masyarakat, serta perangkat desa, Suradi menyampaikan bahwa sejumlah fasilitas dasar tidak berada di tempatnya.

‎“Saya sedih melihat bapak-bapak harus duduk di tengah karena tidak ada kursi. Ditambah fasilitas pelayanan seperti komputer tidak ada. Bagaimana kita bisa melayani masyarakat, padahal sebelumnya lengkap,” ujar Suradi.

‎Tim jurnalis yang berada di lokasi turut meninjau langsung kondisi ruangan kantor Desa Haurkolot. Hasil pantauan menunjukkan hampir seluruh ruang pelayanan tidak memiliki perlengkapan kerja. Meja pelayanan dan kursi tamu tidak terlihat, sementara perangkat komputer yang biasa digunakan untuk administrasi kependudukan juga tidak ditemukan.

‎Beberapa ruangan bahkan tampak sepenuhnya kosong, menyisakan dinding dan lantai tanpa perlengkapan pendukung operasional pemerintahan.
‎Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar, terlebih terjadi pada masa transisi kepemimpinan baru. Inventaris desa yang merupakan aset negara semestinya tercatat dan dikelola secara administratif sesuai ketentuan, bukan hilang tanpa kejelasan.

‎Ketiadaan fasilitas dasar tersebut berpotensi menghambat berbagai layanan publik, mulai dari pembuatan surat-menyurat, pengurusan dokumen kependudukan, hingga administrasi bantuan sosial. Dalam konteks pemerintahan desa, pelayanan administratif merupakan garda terdepan yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan warga.

‎Sejumlah warga yang hadir dalam acara sertijab menyayangkan kondisi tersebut. Mereka berharap ada penelusuran resmi terkait keberadaan inventaris desa agar tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan.

‎“Ini aset desa, bukan milik pribadi. Harus jelas keberadaannya,” ujar ato salah seorang warga.

‎Penulis
‎(Jojo Sutrisno)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *