MPN. INDRAMAYU – Jalan Raya Tirtamaya, Kabupaten Indramayu, kembali menjadi sorotan. Senin (27/7/2026), arus lalu lintas di kawasan tersebut tampak macet total. Mobil dan sepeda motor pengguna jalan harus berdesakan dan mengantre panjang akibat aktivitas kendaraan dump truck yang diduga mengangkut material tanah untuk proyek pengurugan.
Kendaraan bertonase besar itu terlihat hilir mudik di jalan umum. Di sisi lain, masyarakat pengguna jalan harus menanggung kemacetan yang semakin parah.

Ironisnya, ketika warga terjebak dalam antrean panjang, aktivitas kendaraan proyek justru terus berjalan.
“Itu proyek siapa sih? Bikin macet jalan umum. Kepentingan pribadi mengalahkan kepentingan umum, kan lucu. Kita juga bayar pajak,” keluh salah seorang pengguna jalan berinisial K
Keluhan tersebut menggambarkan keresahan masyarakat yang merasa kepentingan umum seolah-olah dikalahkan oleh aktivitas proyek.
Jalan umum dibangun dan dipelihara menggunakan uang rakyat, tetapi mengapa masyarakat justru harus mengalah ketika aktivitas proyek berlangsung?

Pantauan di lokasi, tidak tampak petugas polisi lalu lintas yang melakukan pengaturan arus kendaraan secara langsung. Akibatnya, lalu lintas terlihat tidak terarah dan kemacetan memanjang di sepanjang ruas jalan.
Publik pun mempertanyakan, apakah aktivitas pengurugan tersebut telah memiliki pengaturan lalu lintas yang jelas? Siapa yang bertanggung jawab ketika kemacetan terjadi? Dan apakah kepentingan pengguna jalan benar-benar menjadi pertimbangan?

Masyarakat meminta pihak terkait segera turun tangan. Jangan sampai jalan umum berubah menjadi jalur prioritas kendaraan proyek, sementara warga yang setiap hari membayar pajak hanya bisa pasrah terjebak kemacetan.
Jika proyek berjalan untuk kepentingan pembangunan, lantas siapa yang bertanggung jawab atas kerugian waktu dan ketidaknyamanan masyarakat?
(Red












