Istighosah Satukan Warga Kedungwungu, Kuwu H. Purwanto Tegaskan Komitmen Merangkul Masyarakat Bangun Desa

mpnSAPA DESA296 Views
Read Time:1 Minute, 40 Second


‎mpn.co.id Indramayu, – Suasana khidmat menyelimuti aula Kantor Desa Kedungwungu, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Minggu malam (15/2/2026). Ratusan warga dari berbagai unsur masyarakat memadati ruangan untuk mengikuti istighosah bersama yang digelar pemerintah desa sebagai upaya merajut kembali persatuan pasca pemilihan kuwu.

‎Lantunan dzikir dan doa dipimpin tokoh agama setempat menggema di ruangan. Warga duduk bersila tanpa sekat pedagang pasar, tokoh masyarakat, pemuda hingga aparat desa menyatu dalam satu majelis. Pemandangan itu menjadi simbol rekonsiliasi setelah dinamika demokrasi desa yang sempat menghangat.

‎Kuwu Kedungwungu, H. Purwanto, menegaskan kegiatan tersebut bukan sekedar ritual keagamaan, melainkan momentum moral untuk menata kembali kebersamaan warga.

‎“Melalui doa bersama ini, kami berharap seluruh warga Kedungwungu kembali bersatu. Perbedaan pilihan adalah hal wajar dalam demokrasi, tetapi setelahnya kita harus bersama-sama membangun desa,” ujarnya di hadapan jamaah.

‎Ia menekankan pemerintah desa berkomitmen menjalankan pemerintahan secara transparan dan akuntabel demi memperkuat kepercayaan publik.

‎“Pembangunan harus terbuka dan bisa dipertanggungjawabkan. Kemajuan desa hanya tercapai jika pemerintah dan masyarakat berjalan bersama,” tambahnya.

‎Dalam kesempatan itu, Purwanto juga menyinggung isu yang tengah menjadi perhatian masyarakat rencana revitalisasi Pasar Kedungwungu. Ia menilai pasar tradisional bukan hanya pusat ekonomi, tetapi juga ruang sosial yang memiliki nilai historis bagi warga.

‎Menurutnya, Pasar Wanguk yang berada di wilayah Kedungwungu merupakan denyut nadi perekonomian masyarakat setempat.

‎“Pasar adalah mata pencaharian warga. Pedagang harus merasa nyaman berdagang. Revitalisasi harus membawa manfaat, bukan menimbulkan kekhawatiran,” tegasnya.


‎Kegiatan istighosah mendapat respons hangat masyarakat. Warga menilai pendekatan spiritual mampu menyejukkan suasana sekaligus membuka ruang komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat.

‎Sejumlah warga berharap kegiatan serupa dapat digelar rutin sebagai sarana silaturahmi dan penyampaian aspirasi. Bagi mereka, malam penuh doa itu menjadi simbol awal harapan baru bagi Desa Kedungwungu.

‎Acara berlangsung tertib hingga selesai. Di penghujung kegiatan, warga saling bersalaman dan berbincang hangat tanda bahwa sekat perbedaan mulai mencair.

‎Dengan langkah awal melalui doa dan komitmen transparansi, Pemerintah Desa Kedungwungu di bawah kepemimpinan H. Purwanto berupaya menata kembali harmoni sosial sekaligus mendorong pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan.

‎Penulis
‎(Jojo Sutrisno)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *