MPN. MARGADADI – Jabatan bukan alasan untuk berhenti belajar. Hal itu dibuktikan Hj. Lilis Lestiawati, S.Kep., Ners, Lurah Margadadi, yang berhasil melewati sidang tesis dan resmi meraih gelar Magister Kesehatan Masyarakat (M.K.M).
Di tengah rutinitas sebagai lurah yang setiap hari bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, Hj. Lilis tetap menyempatkan diri menyelesaikan pendidikan magister. Kesibukan pemerintahan tidak menyurutkan tekadnya untuk terus meningkatkan ilmu dan kapasitas diri.
Setelah melalui proses akademik yang panjang, Hj. Lilis akhirnya dinyatakan lulus dalam sidang tesis setelah mampu mempertahankan hasil penelitiannya di hadapan dewan penguji. Gelar M.K.M kini menjadi bagian dari perjalanan akademik sekaligus pengabdiannya kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, saya bersyukur akhirnya dapat menyelesaikan pendidikan dan melewati sidang tesis dengan baik. Bagi saya, gelar ini bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi menjadi amanah untuk terus belajar dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Hj. Lilis.
Menurutnya, menjalani pendidikan di tengah kesibukan sebagai lurah bukan perkara mudah. Waktu dan tenaga harus dibagi antara tugas pemerintahan, pelayanan masyarakat, serta kewajiban akademik.
“Di tengah kesibukan menjalankan tugas sebagai lurah, tentu tidak mudah membagi waktu antara pekerjaan dan pendidikan. Namun saya percaya, selama ada kemauan, disiplin, dan komitmen, setiap tantangan pasti bisa dilewati,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga, rekan kerja, serta seluruh Ketua RW dan Ketua RT se-Kelurahan Margadadi yang telah memberikan dukungan selama proses pendidikan hingga dirinya berhasil meraih gelar magister.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada keluarga, rekan kerja, serta seluruh Ketua RW dan Ketua RT se-Kelurahan Margadadi yang selama ini memberikan dukungan dan doa. Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan banyak pihak,” katanya.
Keberhasilan Hj. Lilis mendapat apresiasi dari Persatuan Ketua RW dan Ketua RT se-Kelurahan Margadadi. Mereka turut menyampaikan ucapan selamat dan berharap pencapaian tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.
“Teruslah belajar, berkontribusi, dan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Sukses selalu!” demikian ucapan selamat dari Persatuan Ketua RW dan Ketua RT se-Kelurahan Margadadi.
Hj. Lilis menegaskan bahwa gelar akademik yang diraihnya tidak boleh berhenti sebagai prestasi pribadi. Ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan Magister Kesehatan Masyarakat diharapkan dapat diterapkan dalam menjalankan tugas dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Harapan saya, ilmu yang saya dapat selama menempuh pendidikan Magister Kesehatan Masyarakat ini tidak berhenti pada gelar di belakang nama. Saya ingin ilmu tersebut bisa saya amalkan dalam menjalankan tugas dan memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan, pelayanan, dan kesejahteraan masyarakat Margadadi,” tegasnya.
Bagi Hj. Lilis, proses belajar tidak mengenal batas jabatan maupun kesibukan. Justru seorang pemimpin dituntut untuk terus mengembangkan kemampuan agar mampu menghadapi berbagai persoalan masyarakat dengan wawasan yang semakin luas.
“Bagi saya, belajar tidak mengenal usia maupun jabatan. Selama masih diberikan kesempatan, kita harus terus meningkatkan ilmu dan kemampuan. Karena pada akhirnya, ilmu yang paling berarti adalah ilmu yang bisa bermanfaat bagi orang lain,” pungkasnya.
Capaian tersebut sekaligus menjadi pesan kuat bahwa pendidikan dan pengabdian dapat berjalan beriringan. Jabatan bukan garis akhir untuk belajar, melainkan amanah yang seharusnya mendorong seseorang untuk terus meningkatkan kapasitas dan memberikan pelayanan terbaik.
Kini, gelar Magister Kesehatan Masyarakat (M.K.M) menjadi bagian baru dalam perjalanan Hj. Lilis. Harapannya, ilmu tersebut dapat benar-benar kembali kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan yang semakin berkualitas.
Ilmu untuk diamalkan, pengetahuan untuk kemajuan, dan pengabdian untuk masyarakat. ( Slamet












