Bupati Tinjau SDN 2 Tugu Sliyeg, Potret Ruang Kelas Rusak Jadi Alarm Keras Dunia Pendidikan Indramayu

Read Time:1 Minute, 47 Second

 

Mpn. Indramayu – Kondisi memprihatinkan masih membayangi dunia pendidikan di Kabupaten Indramayu. Hal itu terlihat saat Bupati Indramayu melakukan peninjauan langsung ke SDN 2 Tugu, Kecamatan Sliyeg. Sejumlah ruang kelas tampak mengalami kerusakan, dengan dinding yang mengelupas di berbagai bagian sehingga memunculkan keprihatinan masyarakat.

Dalam ruang kelas tersebut, para siswa tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Namun, kondisi fisik bangunan yang tampak telah mengalami kerusakan cukup lama membuat suasana belajar jauh dari gambaran sekolah yang aman dan nyaman bagi anak-anak.

Pemandangan tersebut menjadi ironi. Di saat pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia, masih ditemukan sekolah yang membutuhkan perhatian serius terhadap kondisi sarana dan prasarananya.

Peninjauan yang dilakukan Bupati menjadi bukti bahwa persoalan ini telah sampai ke tingkat pengambil kebijakan. Kehadiran kepala daerah di lokasi diharapkan mampu memberikan gambaran nyata mengenai kondisi yang selama ini dihadapi siswa dan para guru.

Masyarakat berharap kunjungan tersebut tidak berhenti sebagai agenda peninjauan semata. Yang lebih dinanti adalah langkah konkret berupa penetapan prioritas rehabilitasi, pengalokasian anggaran, hingga percepatan pelaksanaan perbaikan bangunan sekolah.

Kerusakan bangunan sekolah bukan hanya menyangkut estetika, tetapi juga berkaitan dengan kualitas lingkungan belajar. Ruang kelas yang layak merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung proses belajar mengajar agar berlangsung dengan nyaman dan optimal.

Sejumlah warga menilai kondisi SDN 2 Tugu seharusnya menjadi perhatian bersama. Mereka berharap pemerintah daerah, dinas terkait, hingga pemangku kepentingan lainnya dapat bersinergi agar persoalan infrastruktur pendidikan tidak berlarut-larut.

Momentum peninjauan ini juga diharapkan menjadi bahan evaluasi terhadap kondisi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Indramayu. Pendataan menyeluruh dinilai penting agar sekolah yang membutuhkan rehabilitasi dapat segera diprioritaskan sesuai tingkat kerusakannya.

Para orang tua siswa pun berharap anak-anak mereka dapat belajar di ruang kelas yang lebih layak. Mereka menilai setiap peserta didik berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang memadai sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi yang berkualitas.

Kini publik menunggu tindak lanjut dari hasil peninjauan tersebut. Komitmen pemerintah akan diukur bukan hanya dari kunjungan lapangan, tetapi juga melalui realisasi perbaikan yang dapat segera dirasakan oleh siswa, guru, dan seluruh warga sekolah, sehingga potret ruang kelas rusak seperti di SDN 2 Tugu tidak lagi menjadi wajah pendidikan di Kabupaten Indramayu. ( Slamet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *