MPN. INDRAMAYU — Jangan lihat hanya pada medali perak yang kini menggantung di lehernya. Lihatlah proses di belakangnya. Ada latihan, keberanian, disiplin dan mental yang ditempa sebelum Aqifah, siswi UPTD SDN 1 Karangmalang, akhirnya berdiri di podium melalui prestasi pencak silat.
Aqifah membuktikan satu hal penting: bibit juara tidak selalu lahir dari tempat yang serba lengkap dan gemerlap. Kadang, mereka tumbuh dari sekolah dasar, berlatih dengan tekun, lalu menunjukkan kualitasnya ketika kesempatan bertanding datang.
Di arena, Aqifah membawa lebih dari sekadar teknik pencak silat. Ia membawa nama keluarga dan almamaternya. Setiap gerakan menjadi pertaruhan mental, sementara setiap pertandingan menjadi panggung untuk membuktikan sejauh mana latihan yang selama ini dijalani mampu berbicara.
Hasilnya, medali perak berhasil dibawa pulang. Bukan sekadar penghargaan, tetapi tanda bahwa kerja keras seorang pelajar mampu mengangkat nama UPTD SDN 1 Karangmalang melalui jalur prestasi.
Perwakilan Kepala UPTD SDN 1 Karangmalang, Suwardi, menegaskan bahwa capaian Aqifah menjadi kebanggaan sekolah sekaligus bukti bahwa potensi siswa harus mendapat perhatian serius.
«“Kami sangat bangga dengan prestasi Aqifah. Medali perak ini menjadi bukti bahwa dengan disiplin, keberanian dan kerja keras, anak-anak kita mampu bersaing dan berprestasi. Bagi kami, ini bukan sekadar medali, tetapi hasil dari proses yang harus terus dijaga dan dikembangkan,” ujar Suwardi.»
Menurutnya, prestasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kebanggaan sesaat. Justru, medali yang diraih Aqifah harus menjadi pemantik bagi siswa lain untuk berani menggali potensi dan mengejar prestasi.
Sekolah tidak boleh hanya sibuk mencetak anak yang pintar di atas kertas. Sekolah juga harus mampu menemukan anak-anak yang punya keberanian untuk berprestasi di luar ruang kelas.
Di titik itulah pencak silat memiliki arti lebih dalam. Olahraga ini bukan sekadar soal menang dan kalah. Ada disiplin yang ditanamkan, ada mental yang dibentuk, ada sportivitas yang dijaga dan ada keberanian untuk bangkit setiap kali menghadapi kegagalan.
Aqifah telah melewati tahap pertamanya. Medali perak menjadi bukti bahwa ia mampu menembus persaingan dan membawa nama sekolah ke podium.
Tetapi podium bukan tempat untuk berhenti. Perak harus menjadi bahan bakar untuk mengejar emas.
Bagi UPTD SDN 1 Karangmalang, prestasi Aqifah adalah sinyal bahwa potensi besar ada di depan mata. Tinggal bagaimana potensi itu terus dirawat, dibina dan diberi ruang untuk berkembang.
Sebab, juara tidak lahir karena kebetulan. Juara lahir ketika bakat bertemu latihan, ketika kesempatan bertemu keberanian, dan ketika seorang anak memilih terus berjuang saat yang lain memilih menyerah.
Aqifah sudah membuktikannya. Dari Karangmalang, ia membawa medali perak. Dari medali itulah perjalanan menuju podium tertinggi harus dimulai. ( Amex






