Tertangkap Simbol Angka 1312 Dalam Aksi Demonstrasi Di Indonesia

KopiBangbul44 Views
Read Time:1 Minute, 22 Second


‎mpn.co.id, Jakarta  — Suasana demonstrasi yang digelar di sejumlah titik pada Jumat (29/8/2025) dipenuhi teriakan, orasi lantang, dan kibaran poster tuntutan massa. Di balik spanduk besar yang berisi kritik keras, ada satu simbol yang menjadi sorotan publik: 1312.

‎Bagi orang awam, rangkaian angka tersebut tampak seperti bilangan acak. Namun, bagi kalangan aktivis, mahasiswa, hingga kelompok demonstran, 1312 memiliki makna yang dalam sekaligus kontroversial. Angka itu adalah kode alfabet dari A-C-A-B, singkatan dari kalimat All Cops Are Bastards.

‎Simbol ini bukan hal baru. Ia lahir dari kultur perlawanan di Eropa pada awal abad ke-20, kemudian berkembang pesat melalui musik punk, gerakan anarkis, hingga komunitas suporter sepak bola. Dalam perkembangannya, simbol 1312 menjelma menjadi “bahasa perlawanan global” yang kerap muncul dalam aksi protes di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

‎Meski terdengar kasar, penggunaan istilah tersebut tidak selalu ditujukan untuk menyebut seluruh aparat kepolisian sebagai pihak jahat. Lebih jauh, 1312 mencerminkan kekecewaan masyarakat terhadap sistem kepolisian yang dianggap represif, korup, atau tidak berpihak pada rakyat kecil. Dalam banyak aksi, simbol ini menjadi cara singkat dan tegas untuk mengungkapkan kritik terhadap praktik penyalahgunaan wewenang.

‎“1312 bukan sekadar angka, tapi bentuk solidaritas. Ia adalah tanda bahwa rakyat tidak tinggal diam saat merasa ditekan,” ujar salah seorang pengunjuk rasa yang enggan disebutkan namanya.

‎Coretan 1312 di tembok, jalanan, atau poster aksi menjadi semacam pernyataan sikap: sederhana, namun sarat makna. Ia adalah simbol perlawanan, keberanian, sekaligus kritik terbuka terhadap ketidakadilan yang dirasakan masyarakat.

‎Kini, 1312 telah melampaui batas ruang dan waktu. Dari mural di dinding kota-kota Eropa, hingga spanduk demonstrasi di Indonesia, angka ini terus bergema sebagai simbol universal perlawanan.

‎Pewarta
‎(Jojo Sutrisno)

Leave a Reply