mpn.co.id Indramayu, – Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan tercermin dalam kegiatan Jumat Bersih yang digelar Pemerintah Desa Mekarwaru bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Padjadjaran (UNPAD), Bandung, Jumat (6/2/2026). Kegiatan tersebut dipusatkan di area Kantor Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, sebagai simbol kolaborasi nyata antara aparatur desa, mahasiswa, dan masyarakat.
Aksi bersih-bersih ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan penutup KKN mahasiswa UNPAD yang telah berlangsung sejak 10 Januari 2026 dan dijadwalkan berakhir pada 10 Februari 2026. Meski berada di penghujung masa pengabdian, antusiasme mahasiswa dan warga justru semakin terasa, menandai kuatnya ikatan sosial yang terbangun selama hampir satu bulan kebersamaan.
Sejak awal kedatangan, mahasiswa KKN UNPAD terlibat aktif dalam berbagai program strategis desa yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Mulai dari pendampingan ketahanan pangan berbasis pemanfaatan lahan pekarangan, edukasi kebersihan dan lingkungan, hingga penanganan persoalan sampah melalui pendekatan partisipatif, seluruh program dirancang untuk mendorong perubahan berkelanjutan di Desa Mekarwaru.
Kuwu Desa Mekarwaru, Edi Sukandi, S.E., mengapresiasi kontribusi mahasiswa UNPAD yang dinilai tidak sekedar menjalankan kewajiban akademik, tetapi benar-benar hadir sebagai mitra pembangunan desa. Hal itu disampaikannya saat berdialog dengan para mahasiswa dalam sesi evaluasi program KKN.
“Keberadaan mahasiswa KKN UNPAD sangat membantu desa kami. Mereka tidak hanya hadir secara simbolis, tetapi turun langsung mendampingi masyarakat, mulai dari penguatan ketahanan pangan hingga membantu mencari solusi atas persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan,” ujar Edi Sukandi.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam program ketahanan pangan desa membawa dampak positif, khususnya dalam meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya kemandirian pangan dan pengelolaan sumber daya lokal secara berkelanjutan. Edukasi lingkungan yang dilakukan secara persuasif juga dinilai efektif dalam menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan.
“Mahasiswa mampu membangun komunikasi yang baik dengan warga. Perubahan perilaku, terutama soal lingkungan, tidak bisa instan. Dibutuhkan edukasi yang sabar, konsisten, dan berkelanjutan. Di sinilah peran mahasiswa sangat terasa,” tambahnya.
Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian tersebut, Pemerintah Desa Mekarwaru telah menyiapkan agenda khusus berupa acara perpisahan yang akan digelar pada 10 Februari 2026 di Kantor Desa Mekarwaru, bertepatan dengan berakhirnya masa KKN.
“Kami akan mengadakan acara perpisahan secara sederhana namun penuh makna. Ini adalah ungkapan terima kasih kami kepada mahasiswa UNPAD yang selama ini telah menjadi bagian dari keluarga besar Desa Mekarwaru,” kata Edi.
Program KKN UNPAD di Desa Mekarwaru menjadi gambaran nyata sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Kehadiran mahasiswa tidak hanya membawa pengetahuan akademik dari kampus ke desa, tetapi juga menumbuhkan semangat kolaborasi, gotong royong, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Dengan berakhirnya masa KKN, Pemerintah Desa Mekarwaru berharap berbagai program yang telah dirintis bersama mahasiswa UNPAD dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh warga secara mandiri. Harapan besar juga disematkan agar kerja sama antara desa dan perguruan tinggi dapat terus terjalin di masa mendatang, sebagai bagian dari upaya mempercepat kemajuan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penulis
(Jojo Sutrisno)
Sinergi Desa dan Kampus, Jumat Bersih Warnai Akhir Pengabdian Mahasiswa UNPAD di Mekarwaru
Read Time:2 Minute, 24 Second






