Mapag Sri di Mekarwaru, Doa Para Petani Menyambut Panen dan Menjaga Warisan Leluhur

mpnSAPA DESA182 Views
Read Time:1 Minute, 33 Second


‎mpn.co.id Indramayu, – Tradisi leluhur masih terus hidup di tengah masyarakat Kabupaten Indramayu. Salah satu yang tetap dijaga hingga kini adalah upacara adat Mapag Sri yang digelar warga Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, sebagai bentuk rasa syukur menjelang datangnya musim panen padi.

‎Ritual budaya yang sarat makna ini dilaksanakan sebagai ungkapan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil pertanian yang telah diberikan, sekaligus menjadi doa bersama agar panen tahun ini membawa keberkahan dan hasil yang melimpah bagi para petani.

‎Sejak dahulu Mapag Sri menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat desa. Hingga kini, tradisi tersebut terus dilestarikan oleh warga Mekarwaru sebagai warisan leluhur yang tidak hanya berkaitan dengan pertanian, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan tali silaturahmi antar warga.

‎Rangkaian kegiatan Mapag Sri diikuti oleh para petani, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta pemerintah desa. Mereka bersatu dalam prosesi yang digelar setahun sekali sebagai simbol harapan akan masa panen yang baik.

‎Kepala Desa Mekarwaru, Edi Sukandi, SE, menyampaikan harapannya agar kegiatan Mapag Sri tahun ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat, khususnya para petani.

‎“Melalui kegiatan ini kami berharap para petani Desa Mekarwaru diberikan hasil panen yang melimpah sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Edi, Kamis (2/4/2026).

‎Ia juga menegaskan bahwa Mapag Sri bukan hanya tradisi seremonial, tetapi menjadi sarana mempererat hubungan antara masyarakat dan pemerintah desa.

‎“Dengan adanya kegiatan ini diharapkan silaturahmi antara warga dan pemerintah desa terus terjalin, sekaligus menjadi tradisi tahunan yang tetap dijaga sebagai warisan budaya leluhur,” tambahnya.

‎Perayaan Mapag Sri tahun ini semakin meriah dengan pementasan kesenian wayang kulit yang digelar semalam suntuk di depan Kantor Desa Mekarwaru. Pertunjukan tersebut menjadi hiburan sekaligus simbol bahwa budaya tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat.

‎Bagi warga Mekarwaru, Mapag Sri bukan sekedar tradisi, melainkan doa dan harapan para petani agar alam tetap bersahabat dan kehidupan masyarakat semakin sejahtera dari hasil bumi yang mereka tanam.


‎Penulis
(Jojo Sutrisno)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *