KKP Matangkan Revitalisasi Tambak Pantura Jawa, Indramayu Digadang Jadi Kawasan Strategis Budi Daya Nila Salin

mpnTERKINI238 Views
Read Time:2 Minute, 13 Second


‎mpn.co.id Indramayu,- Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mematangkan langkah besar dalam merevitalisasi tambak di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa. Program yang digadang-gadang menjadi motor baru ekonomi pesisir ini kini memasuki tahapan penting melalui pelaksanaan konsultasi publik tahap pertama terkait Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS).

Langkah tersebut dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya (DJPB) KKP sebagai upaya memastikan program revitalisasi tambak berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan lingkungan sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Tb Haeru Rahayu, menegaskan bahwa KLHS merupakan instrumen penting dalam proses perizinan pemanfaatan lahan, khususnya yang berkaitan dengan kawasan kehutanan dalam pelaksanaan program revitalisasi tambak Pantura Jawa.

“KLHS ini menjadi instrumen kunci untuk memastikan program revitalisasi tambak Pantura Jawa tetap berbasis ekonomi biru secara berkelanjutan dan ramah lingkungan, serta tidak merusak ekosistem pesisir dan lingkungan sekitar,” ujar Haeru Rahayu dalam siaran resmi KKP di Jakarta.

Menurutnya, tahapan KLHS dilakukan secara sistematis, menyeluruh, dan partisipatif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Kajian tersebut bertujuan memastikan bahwa pengembangan tambak tidak hanya meningkatkan produktivitas sektor perikanan budi daya, tetapi juga menjaga keseimbangan ekologi serta memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.

Program revitalisasi ini difokuskan pada pengembangan komoditas budi daya nila salin, yang dinilai memiliki potensi ekonomi tinggi serta adaptif terhadap kondisi tambak di wilayah pesisir Pantura Jawa.

Di antara wilayah yang dinilai memiliki peluang besar dalam program ini adalah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Daerah yang dikenal sebagai salah satu sentra perikanan dan tambak di pesisir utara Jawa tersebut memiliki hamparan lahan tambak luas yang dinilai strategis untuk pengembangan budi daya modern berbasis teknologi.

Jika program revitalisasi berjalan optimal, kawasan tambak di Indramayu berpotensi menjadi pusat produksi nila salin skala besar yang mampu meningkatkan kesejahteraan para pembudidaya ikan sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.

Selain meningkatkan produktivitas, program ini juga diharapkan mampu memperbaiki kondisi tambak yang selama ini kurang optimal akibat sedimentasi, infrastruktur yang menua, serta perubahan lingkungan pesisir.
‎KKP menegaskan bahwa seluruh tahapan revitalisasi akan mengedepankan konsep ekonomi biru (blue economy), yakni pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan tanpa merusak lingkungan.

Dengan pendekatan ini, sektor perikanan diharapkan dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru bagi kawasan pesisir sekaligus menjaga kelestarian ekosistem laut.
‎Program revitalisasi tambak Pantura Jawa sendiri menjadi salah satu proyek strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dari sektor perikanan. Dengan potensi wilayah yang besar serta dukungan kebijakan yang terarah, Pantura Jawa diproyeksikan akan menjadi salah satu pusat budi daya perikanan terbesar di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

Apabila terealisasi secara maksimal, revitalisasi tambak ini tidak hanya akan mengangkat perekonomian masyarakat pesisir, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim dengan potensi perikanan yang berdaya saing di tingkat global.

‎(Joe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *