Gropyokan Hama Tikus di Mekarjati, Pemerintah Desa Kerahkan Gapoktan untuk Amankan Produksi Padi

mpnSAPA DESA117 Views
Read Time:1 Minute, 37 Second


‎mpn.co.id Indramayu, — Upaya pengamanan produksi pertanian di Desa Mekarjati, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu kembali dilakukan melalui kegiatan gropyokan atau pembasmian hama tikus secara massal di area saluran irigasi SB 5 dan persawahan Blok Sarimulya, Minggu (11/1/2026). Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah desa, Gapoktan, serta perangkat RT dan RW yang turun langsung ke lapangan.

‎Gropyokan menjadi salah satu teknik pengendalian hama yang dinilai efektif pada tahap pra tanam. Pasalnya, tikus diketahui mampu menyerang tanaman padi pada semua fase pertumbuhan mulai dari pembibitan hingga menjelang panen sehingga menimbulkan kerugian signifikan bagi petani.

‎Selain gropyokan, pengendalian hama tikus secara terpadu juga menyertakan sanitasi lahan, pengemposan asap beracun pada liang aktif, serta pemanfaatan musuh alami sebagai predator. Pendekatan awal sebelum masa tanam ini dianggap penting sebagai langkah antisipatif demi menekan populasi hama.

‎Kegiatan gropyokan kali ini dipimpin langsung Kuwu Mekarjati, Aming, yang turut terlibat dalam proses pembasmian tikus di lapangan. Menurutnya, kegiatan ini merupakan agenda rutin bersama Gapoktan dan masyarakat petani untuk menjaga produktivitas sawah di wilayah Mekarjati.

‎“Ini kegiatan rutin bersama petani Gapoktan untuk mengurangi hama tikus yang kerap merusak tanaman padi. Harapannya, setelah upaya pembasmian ini dilakukan secara berkala, produktivitas panen meningkat,” ungkap Aming di sela pelaksanaan gropyokan.

‎Mayoritas warga Desa Mekarjati menggantungkan sumber penghidupannya pada sektor pertanian. Dengan wilayah persawahan yang cukup luas, desa tersebut memiliki kontribusi signifikan terhadap produksi padi di tingkat kecamatan. Lebih jauh, Kabupaten Indramayu sendiri dikenal sebagai salah satu penopang lumbung padi nasional.

‎Karena itu, pemerintah desa menilai penting untuk menjaga rantai produksi pertanian agar tetap stabil. Pengendalian hama tikus secara terpadu disebut menjadi salah satu kunci dalam mempertahankan ketahanan pangan desa dan daerah, terlebih di tengah tuntutan pasokan beras untuk skala nasional.

‎Kegiatan gropyokan di Mekarjati juga menjadi bukti sinergi antar elemen desa dalam menghadapi ancaman yang berpotensi mengganggu ketahanan pangan lokal. Dengan keterlibatan kolektif masyarakat, pemerintah berharap gangguan produksi dapat ditekan sedini mungkin sehingga petani dapat menikmati hasil panen yang maksimal.

‎Penulis
‎(Jojo Sutrisno)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *