mpn.co.id Indramayu, – Di tengah derasnya arus modernisasi dan hiburan digital, masyarakat Kabupaten Indramayu masih setia menjaga warisan budaya leluhur. Salah satunya adalah kesenian tradisional Obrog, sebuah pertunjukan rakyat yang selalu hadir meramaikan suasana menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Kesenian obrog atau yang kerap disebut sebagai wayang orang khas Indramayu ini menjadi hiburan yang dinanti-nantikan masyarakat, terutama pada pertengahan bulan suci Ramadhan hingga mendekati Lebaran.
Kehadirannya bukan sekedar tontonan, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi yang mempererat kebersamaan warga.
Dalam setiap penampilannya, para pemain obrog biasanya berkeliling dari kampung ke kampung. Tradisi ini dikenal dengan istilah obrog keling, yaitu rombongan seniman yang mendatangi berbagai desa untuk menggelar pertunjukan sambil menghibur masyarakat sekaligus mencari rezeki.
Pertunjukan obrog menampilkan para pemain yang berperan layaknya tokoh-tokoh dalam wayang orang. Mereka tampil dengan kostum khas serta lakon yang penuh hiburan, terkadang diselingi humor yang membuat penonton dari berbagai usia larut dalam suasana.
Walaupun hanya digelar setahun sekali menjelang Lebaran, kesenian ini selalu memiliki tempat di hati masyarakat. Banyak warga yang sengaja berkumpul di pinggir jalan atau halaman rumah hanya untuk menyaksikan rombongan obrog melintas dan tampil.
Seperti Di Desa Sukaslamet, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, tradisi obrog masih terus dijaga dengan baik. Para pelaku seni setempat tetap mempertahankan kesenian tersebut secara turun-temurun dari generasi ke generasi.
Bagi masyarakat setempat, obrog bukan sekedar hiburan. Lebih dari itu, kesenian ini merupakan simbol identitas budaya yang menjadi pengingat akan kekayaan tradisi lokal yang tidak lekang oleh waktu.
Di tengah perubahan zaman, keberadaan obrog menjadi bukti bahwa budaya tradisional masih mampu bertahan, selama masyarakat tetap memiliki kepedulian untuk melestarikannya. Bahkan, banyak kalangan berharap kesenian ini dapat terus dikenalkan kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
penulis
(Jojo Sutrisno)
Potret Kesenian Obrog, Tradisi Khas Ramadhan di Indramayu yang Tetap Bertahan di Tengah perubahan Zaman.
Read Time:1 Minute, 26 Second






