MPN.Pemerintah Desa Mandirancan mengumumkan langkah revolusioner dalam pengelolaan lingkungan dengan menargetkan transformasi kawasan sampah menjadi destinasi Agrowisata pada tahun 2026. Proyek ambisius ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan perwujudan janji dan pengabdian panjang perangkat desa kepada masyarakat dan leluhur.
Amanah 12 Tahun yang Menjadi Nyata
Sekretaris Desa (Ulis) Mandirancan, Dudung Abdurahman, mengungkapkan bahwa motivasi terbesar di balik gerakan ini adalah amanah dari orang tua yang terus ia jaga selama 12 tahun masa pengabdiannya di pemerintahan desa.
“Orang tua saya berpesan, di mana suatu saat ada keberuntungan (bagja), kita harus peduli terhadap lingkungan, khususnya masalah sampah. Amanah itu yang selalu saya bawa. Setelah 12 tahun, inilah saatnya saya mewujudkannya sebagai abdi negara,” ujar Dudung.
Sebagai langkah konkret, dua minggu lalu, Dudung mendatangkan tenaga ahli lulusan Belanda ke Desa Mandirancan. Atas izin Kepala Desa, tenaga ahli tersebut mempresentasikan konsep “Emas dari Sampah” di hadapan Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk mengubah pola pikir masyarakat bahwa sampah bukanlah beban, melainkan aset ekonomi.
Dukungan Penuh Pemerintah Desa
Kepala Desa Mandirancan, Didi Asmadi, menyatakan rasa bangganya atas kehadiran SDM berkualitas yang bersedia turun tangan membantu desa tanpa pamrih.
“Kami sangat bangga ada tenaga ahli lulusan luar negeri yang peduli hadir ke desa kami membawa program solusi sampah tanpa embel-embel bayaran. Ini adalah peluang besar bagi Mandirancan,” kata Didi.
Menanggapi inisiatif tersebut, Kepala Desa mengambil langkah strategis dengan membentuk tim khusus:
* Pembentukan Tim Riset Lingkungan: Tim ini akan fokus pada penelitian teknologi pengelolaan sampah yang tepat guna.
* Integrasi Agrowisata: Mengolah lahan yang sebelumnya terdampak sampah menjadi kawasan hijau produktif pada tahun 2026.
* Pemberdayaan Masyarakat: Melibatkan aktif Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai motor penggerak ekonomi kreatif berbasis lingkungan.

Menuju Mandirancan Emas
Dengan kolaborasi antara visi perangkat desa, tenaga ahli internasional, dan partisipasi warga, Desa Mandirancan optimis dapat menghapus stigma negatif tentang sampah. Transformasi ini diharapkan menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Indonesia dalam hal kemandirian lingkungan dan ekonomi. (Karso






