Bupati Indramayu Warning Petani Soal Jebakan Tikus Beraliran Listrik: Sudah Banyak Makan Korban

mpnTERKINI208 Views
Read Time:1 Minute, 26 Second


‎mpn.co.id Indramayu, — Peringatan serius kembali disampaikan Bupati Indramayu, Lucky Hakim, terkait maraknya praktik pemasangan jebakan hama tikus menggunakan aliran listrik di area persawahan. Metode yang kerap digunakan sejumlah petani tersebut dinilai membahayakan keselamatan jiwa dan telah menelan korban setiap musim tanam.

‎Dalam pernyataan resminya, Lucky Hakim mengimbau para petani di Kabupaten Indramayu untuk tidak lagi memasang ranjau atau pagar setrum di area persawahan sebagai cara mengusir tikus. Ia menegaskan, solusi tersebut bukan hanya ilegal, tetapi juga berisiko tinggi.

‎“Kami mengimbau kepada seluruh para petani di Indramayu untuk tidak memasang jebakan listrik untuk tikus, karena sudah banyak memakan korban,” ucapnya dalam video imbauan yang beredar, Sabtu (17/1/2026)

‎Lucky menambahkan, kasus kematian akibat tersengat aliran listrik di sawah hampir terjadi setiap musimnya. Korban bukan hanya petani, tetapi juga warga dan sosok-sosok yang tidak terlibat dalam aktivitas persawahan.

‎Tak hanya menyasar petani, imbauan itu juga ditujukan kepada mahasiswa Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung yang tengah menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Indramayu. Ia meminta agar para mahasiswa tetap waspada ketika beraktivitas di area pertanian.

‎“Dan untuk mahasiswa yang sedang mengikuti KKN, agar berhati-hati bila melakukan kegiatan di lokasi persawahan, karena masih banyak petani menggunakan setrum listrik untuk mengusir hama tikus,” tambahnya.

‎Peringatan tersebut memantik perhatian publik karena praktik pemasangan setrum sawah sudah lama menjadi kebiasaan sebagian petani di Indramayu, terutama saat serangan hama tikus meningkat. Di satu sisi, metode ini dianggap efektif menekan kerugian produksi, namun di sisi lain berpotensi menjadi ancaman keselamatan yang tidak bisa diabaikan.

‎Hingga kini belum ada data keseluruhan jumlah korban secara resmi, namun berbagai kasus yang mencuat setiap tahun semakin memperkuat urgensi penertiban dan edukasi agar petani beralih ke metode pengendalian hama yang lebih aman.

‎Penulis
‎(Jojo Sutrisno)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *