Ditipu Teman, Calon Ayah Jalan Kaki Puluhan Kilometer Demi Pulang: Istri Hamil Tua Menunggu di Rumah, Polisi Turun Tangan

TNI/ POLRI27 Views
Read Time:2 Minute, 12 Second

 

MPN. INDRAMAYU – Saat sebagian orang pulang ke rumah dengan kendaraan dan uang di saku, Mohamad Firman Aryanto (34) justru menapaki jalan dalam kondisi lapar dan tanpa uang sepeser pun.

Bukan karena tidak ingin menggunakan kendaraan, melainkan karena tak ada lagi yang bisa digunakan untuk membayar ongkos perjalanan. Di kepalanya hanya ada satu tujuan: pulang ke Kadipaten, Majalengka, menemui sang istri yang tengah mengandung dan menanti kelahiran buah hati mereka.

Firman sebelumnya datang ke pesisir Karangsong, Indramayu, setelah diajak seorang teman bekerja sebagai anak buah kapal (ABK). Harapan memperoleh penghasilan untuk biaya kehidupan keluarga dan persiapan persalinan berubah menjadi pengalaman pahit.

Ia mengaku justru ditinggalkan seorang diri setelah tertidur karena kelelahan. Janji pekerjaan yang dibawanya dari rumah tak kunjung menjadi kenyataan. Sementara uang di tangan pun tidak ada.

Hari demi hari dilalui Firman dalam kondisi terkatung-katung. Tidak punya biaya untuk pulang, ia akhirnya memilih berjalan kaki menuju Majalengka.

Langkah itu menjadi perjalanan berat. Perut lapar dan tubuh yang terkuras membuat kekuatannya perlahan habis. Sampai akhirnya, di kawasan Jalan Ir. H. Juanda, Singaraja, Indramayu, Firman tidak lagi mampu melanjutkan perjalanan.

Dalam kondisi nyaris tak berdaya, Firman mencoba mencari pertolongan dengan menghubungi layanan darurat kepolisian 110.

Respons cepat datang dari jajaran Polsek Indramayu. Kapolsek AKP Indrie Hapsari bersama anggota bergerak menuju lokasi dan menemukan Firman dalam kondisi lemas di pinggir jalan.

Firman kemudian dibawa ke Mako Polsek Indramayu. Petugas memberikan makanan, minuman dan tempat beristirahat agar kondisinya kembali pulih.

Namun ada satu sikap Firman yang justru membuat kisah ini semakin menyentuh. Setelah mengalami kejadian tersebut, ia memilih tidak membuat laporan polisi terhadap teman yang mengajaknya ke Indramayu.

Tidak ada tuntutan. Tidak ada keinginan untuk membalas. Yang ada di benaknya hanya satu: pulang menemui istri dan calon anaknya.

Melihat kondisi Firman, Kapolsek bersama jajaran anggota kemudian secara spontan patungan untuk membantu biaya perjalanan pulang.

Petugas memesankan transportasi daring dan memastikan Firman dapat diantar hingga ke rumahnya di Kadipaten, Majalengka.

Bagi Firman, perjalanan itu mungkin hanya sebuah upaya untuk kembali kepada keluarganya. Namun kisah tersebut sekaligus memperlihatkan betapa jauh seorang calon ayah mampu melangkah ketika orang yang dicintainya sedang menunggu di rumah.

Ia berangkat ke Indramayu dengan harapan mendapatkan pekerjaan. Ia pulang dengan tubuh lelah dan pengalaman pahit.

Tetapi di tengah perjalanan panjang itu, Firman menemukan sesuatu yang tak kalah berharga: kepedulian orang-orang yang bahkan sebelumnya tidak ia kenal.

Polisi yang awalnya menerima panggilan darurat akhirnya menjadi bagian dari perjalanan Firman kembali ke rumah. Dari pinggir jalan dalam kondisi tak berdaya, hingga akhirnya kembali berada di depan pintu rumahnya.

Karena bagi seorang calon ayah, ketika istri dan buah hati sedang menunggu, sejauh apa pun jalan yang harus ditempuh, pulang tetap menjadi tujuan. ( Amex

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *