MPN. INDRAMAYU — Deru mesin dua tak tak hanya menjadi simbol kecintaan terhadap motor klasik. Di balik suara khasnya, komunitas Two Stroke Kota Mangga membawa pesan serius: keselamatan berkendara harus menjadi harga mati di jalan raya.
Pesan tersebut ditegaskan melalui kegiatan safety riding yang digelar Two Stroke Kota Mangga. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh anggota agar tidak menjadikan jalan raya sebagai arena kebut-kebutan maupun tempat mempertontonkan ego berkendara.
Ketua Penyelenggara, Zamrony, menegaskan bahwa safety riding bukan sekadar agenda komunitas, melainkan bentuk kepedulian nyata terhadap keselamatan seluruh pengguna jalan.
“Bagi kami, safety riding bukan hanya teori. Ini tentang bagaimana kita membawa diri ketika berada di jalan. Kami ingin seluruh anggota Two Stroke Kota Mangga memahami bahwa hobi otomotif harus dibarengi tanggung jawab. Jangan sampai karena ingin menunjukkan kemampuan atau mengejar sensasi, justru membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” tegas Zamrony.
Menurutnya, keberadaan komunitas otomotif tidak cukup hanya ditunjukkan melalui motor yang terawat, modifikasi menarik, maupun solidaritas sesama anggota. Komunitas juga harus mampu menunjukkan kedewasaan dan tanggung jawab ketika berada di jalan raya.
“Kami ingin komunitas ini dikenal bukan hanya karena motor dua taknya, tetapi juga karena sikap dan kepeduliannya. Motor boleh kencang, suara mesin boleh khas, tetapi aturan lalu lintas dan keselamatan tetap nomor satu. Pulang dengan selamat jauh lebih penting daripada sekadar terlihat hebat di jalan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta kembali diingatkan mengenai pentingnya menggunakan perlengkapan keselamatan, mengecek kondisi kendaraan sebelum berkendara, menjaga jarak aman, mengendalikan kecepatan, serta mematuhi rambu dan aturan lalu lintas.
Terlebih saat melakukan perjalanan bersama atau konvoi, disiplin menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Setiap anggota dituntut menjaga barisan, tidak melakukan manuver berbahaya, serta tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.
Zamrony menilai komunitas otomotif memiliki peran penting dalam membangun budaya berkendara yang lebih tertib, khususnya di kalangan anak muda.
“Kami ingin memberikan contoh bahwa komunitas motor juga bisa menjadi bagian dari solusi. Jangan sampai masyarakat melihat komunitas hanya dari sisi konvoi atau suara knalpot. Kami ingin menunjukkan bahwa ada kepedulian, ada edukasi, dan ada tanggung jawab di dalamnya,” katanya.
Melalui kegiatan safety riding tersebut, Two Stroke Kota Mangga ingin menegaskan bahwa kecintaan terhadap mesin dua tak tidak boleh mengalahkan kepedulian terhadap keselamatan.
Bukan sekadar siapa yang paling kencang, tetapi siapa yang mampu berkendara dengan tertib, menghargai pengguna jalan lain, dan kembali ke rumah dengan selamat.
Two Stroke Kota Mangga pun berkomitmen menjadikan kegiatan positif seperti safety riding sebagai bagian dari identitas komunitas, sekaligus mendorong tumbuhnya budaya berkendara yang aman, tertib, dan bertanggung jawab di Kabupaten Indramayu. (Amex






