MPN. SUMEDANG – Jejak perjalanan H. Mulyana, S.Pd.I., menjadi bagian dari kisah panjang pengabdian terhadap adat, budaya, dan sejarah Nusantara. Putra asal Desa Rambatan, Kabupaten Indramayu, ini telah menetap di Kabupaten Sumedang sejak tahun 1994 hingga sekarang.
Kini, H. Mulyana dipercaya mengemban amanah sebagai Wali Amanah Nusantara Dinasty Kaluhuran Galuh Pakuan Padjadjaran.
Amanah tersebut tidak hanya berkaitan dengan pelestarian tradisi, tetapi juga upaya menjaga nilai-nilai sejarah, adat istiadat, budaya, serta warisan leluhur yang menjadi bagian dari identitas bangsa, khususnya di tatar Sunda.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan, Wali Amanah Nusantara Pakuan Padjadjaran telah dibentuk sejak masa Presiden Soekarno. Lembaga tersebut memiliki maksud dan tujuan untuk turut menjaga aset, adat, budaya, serta warisan sejarah bangsa.
Bagi H. Mulyana, budaya bukan sekadar simbol masa lalu. Di dalamnya terdapat nilai, identitas, dan jati diri yang harus terus dijaga agar tidak tergerus oleh perubahan zaman.
Dari tanah Rambatan, Indramayu, hingga menetap di Sumedang selama lebih dari tiga dekade, perjalanan H. Mulyana menjadi gambaran bahwa pelestarian budaya tidak mengenal batas wilayah.
Dengan mengemban amanah sebagai Wali Amanah Nusantara Dinasty Kaluhuran Galuh Pakuan Padjadjaran, dirinya berkomitmen untuk ikut menjaga dan melestarikan nilai-nilai luhur budaya Nusantara, khususnya warisan sejarah dan budaya Sunda.
Di tengah derasnya arus modernisasi, upaya menjaga adat dan budaya menjadi tantangan tersendiri. Sebab, ketika generasi muda mulai jauh dari akar sejarahnya, maka identitas budaya pun berpotensi semakin terkikis.
Karena itu, pelestarian adat, sejarah dan budaya dinilai penting dilakukan secara berkelanjutan, agar warisan leluhur tetap dikenal, dipahami, dan diwariskan kepada generasi penerus.
Dari Indramayu untuk Nusantara, dari Sumedang menjaga warisan budaya Sunda
Red






