Warga Desa Benda Karangampel Gelar Tradisi Mapag Sri, Lestarikan Budaya dan Syukuri Hasil Bumi

mpnSAPA DESA21 Views
Read Time:1 Minute, 32 Second

 

Mpn.Indramayu, 20 Juni 2026 – Masyarakat Desa Benda, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, menggelar tradisi sakral Mapag Sri sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen yang melimpah serta upaya melestarikan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur.

 

Mengandung makna “menyambut kedatangan Dewi Sri”, simbol kesuburan tanah dan lambang kesejahteraan hidup, tradisi ini dilaksanakan secara bersama-sama melibatkan seluruh unsur warga, tokoh adat, tokoh agama, dan perangkat desa. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kuwu Desa Benda, H. Sudarto. Biasanya digelar setelah masa panen utama selesai atau menjelang musim tanam baru.

Dalam sambutannya, Kuwu H. Sudarto menyampaikan bahwa Mapag Sri bukan sekadar rangkaian upacara biasa, melainkan identitas budaya yang sarat nilai luhur.

Tradisi ini mengajarkan kita untuk senantiasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjaga kelestarian alam, serta mempererat kebersamaan dan kekeluargaan antarwarga. Kami ingin nilai-nilai ini tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar H. Sudarto.

Rangkaian acara diawali dengan kegiatan gotong royong menyiapkan tumpeng, ketan, jajanan tradisional, serta hasil bumi terbaik sebagai wujud persembahan syukur. Selanjutnya diadakan prosesi mengarak sesajen yang dipimpin sesepuh adat, diiringi alunan musik tradisional khas Indramayu seperti tarawangsa dan kendang pencak.

Puncak acara diisi dengan pembacaan doa bersama agar wilayah Desa Benda senantiasa diberikan keselamatan, dijauhkan dari bencana alam dan hama tanaman, serta dikaruniai rezeki yang melimpah. Setelah prosesi selesai, seluruh makanan dan hasil bumi yang telah disiapkan dibagikan secara merata kepada seluruh warga sebagai simbol berbagi rezeki.

Acara ditutup dengan penampilan kesenian rakyat yang menjadi sarana hiburan sekaligus pengenalan budaya bagi anak-anak dan remaja di desa tersebut.

Kuwu H. Sudarto menambahkan, pemerintah desa dan warga berkomitmen untuk terus melestarikan tradisi ini agar tidak punah tergerus perkembangan zaman.

Warisan budaya ini adalah kekayaan milik kita bersama. Selama kita jaga dan laksanakan dengan hati yang ikhlas, semoga senantiasa membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh warga Desa Benda,” tutupnya. (Pyan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *