mpn.co.id INDRAMAYU, – Menjelang arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah, langkah tegas sekaligus humanis ditunjukkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia turun langsung ke lapangan untuk menertibkan aktivitas penyapu koin di kawasan Jembatan Sewo, yang berada di perbatasan Kabupaten Indramayu dan Subang, Rabu (18/3/2026).
Kehadiran orang nomor satu di Jawa Barat itu bukan sekedar simbolis. Di tengah lalu lintas yang mulai meningkat menjelang puncak mudik Lebaran 2026, Dedi berdialog langsung dengan para pencari koin yang selama ini beraktivitas di atas jembatan. Ia menegaskan, praktik tersebut harus dihentikan demi keselamatan bersama.
Menurutnya, aktivitas menyapu koin di badan jalan, terlebih di jalur vital seperti Jembatan Sewo, memiliki risiko tinggi. Selain membahayakan diri sendiri, keberadaan mereka juga berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas, terutama saat arus kendaraan padat oleh pemudik.
“Ini sangat berbahaya. Jangan sampai niat mencari rezeki justru mengancam keselamatan. Apalagi sebentar lagi arus mudik akan meningkat drastis,” ujar Dedi di hadapan warga.
Namun, pendekatan yang dilakukan tidak semata-mata represif. Dedi justru mengedepankan solusi sosial dengan menawarkan bantuan langsung kepada para penyapu koin. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata dia, akan menyalurkan paket uang kepada mereka selama 15 hari ke depan, sebagai kompensasi menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Bantuan tersebut akan didistribusikan melalui pendataan oleh pemerintah desa setempat. Skema ini dirancang agar bantuan tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh mereka yang selama ini menggantungkan penghasilan dari aktivitas tersebut.
“Silakan kembali ke rumah masing-masing. Nanti didata oleh kepala desa, akan ada paket uang Lebaran. Selama 15 hari tidak boleh mencari koin,” tegasnya.
Langkah ini menjadi bentuk keseimbangan antara penegakan aturan dan kepedulian sosial. Pemerintah tidak hanya melarang, tetapi juga memberikan solusi agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan hidupnya di tengah momentum Lebaran.
Penertiban ini turut melibatkan jajaran Pemerintah Kabupaten Indramayu yang memastikan proses berjalan tertib dan kondusif. Aparat setempat juga melakukan edukasi langsung kepada warga, menjelaskan risiko keselamatan serta pentingnya menjaga kelancaran arus lalu lintas nasional.
Respons dari para penyapu koin pun cenderung positif. Sejumlah warga menyatakan kesediaannya untuk menghentikan aktivitas sementara waktu, terlebih dengan adanya jaminan bantuan dari pemerintah.
Kawasan Jembatan Sewo sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan kepadatan saat musim mudik. Aktivitas penyapu koin yang kerap menarik perhatian pengendara dinilai dapat memperparah kemacetan sekaligus meningkatkan potensi kecelakaan.
Dengan dihentikannya aktivitas tersebut, pemerintah berharap arus lalu lintas di jalur perbatasan Indramayu–Subang menjadi lebih lancar, aman, dan tertib selama periode mudik Lebaran 2026.
Lebih jauh, kebijakan ini dipandang sebagai contoh penanganan persoalan sosial yang mengedepankan pendekatan humanis. Tidak hanya sekedar menertibkan, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat kecil.
Langkah Dedi Mulyadi ini pun berpotensi menjadi sorotan publik nasional, bahkan viral di media sosial, karena dinilai mampu memadukan ketegasan kebijakan dengan empati terhadap kondisi masyarakat di lapangan.
Penulis
(Jojo Sutrisno)
Gubernur Dedi Mulyadi Tertibkan Penyapu Koin di Jembatan Sewo, Janjikan Bantuan Jelang Lebaran 2026
Read Time:2 Minute, 17 Second






