Jejak Solar Bersubsidi di Eretan: Antara Antrean Nelayan dan Dugaan Pengumpulan Terorganisir

Read Time:1 Minute, 58 Second

MPN. Indramayu – Matahari belum tinggi ketika antrean jeriken mulai terlihat di salah satu titik distribusi solar di wilayah Eretan, Kabupaten Indramayu. Bagi nelayan kecil, antrean panjang seperti ini bukan lagi pemandangan baru. Solar bersubsidi yang menjadi penopang utama aktivitas melaut sering kali sulit didapatkan.
Namun di tengah kelangkaan yang dirasakan nelayan, muncul dugaan adanya pihak tertentu yang justru mampu mengumpulkan solar dalam jumlah besar.
Sejumlah warga menyebut praktik pengumpulan solar bersubsidi diduga berlangsung secara terorganisir. Di lapangan, nama seorang pria berinisial “T” disebut-sebut oleh beberapa warga sebagai sosok yang diduga berperan mengoordinasikan pengambilan solar dari berbagai titik.
“Nama itu sering terdengar di sini. Katanya dia yang mengatur pengambilan solar sampai ke tempat penampungan,” ujar seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan solar yang terkumpul diduga berasal dari berbagai pembelian kecil yang kemudian digabungkan. Cara seperti ini kerap digunakan untuk menghindari pembatasan distribusi solar bersubsidi.

Jika dugaan ini benar, maka praktik tersebut berpotensi melanggar aturan distribusi BBM bersubsidi yang seharusnya diprioritaskan bagi masyarakat kecil seperti nelayan, petani, dan usaha mikro.
Nelayan Mengaku Sering Tidak Kebagian
Di sisi lain, nelayan di kawasan pesisir Eretan mengaku sering mengalami kesulitan mendapatkan solar.

Seorang nelayan mengatakan ia kerap harus mengantre lama, bahkan terkadang pulang tanpa mendapatkan bahan bakar.
“Kalau tidak dapat solar, ya tidak bisa melaut. Artinya tidak ada pemasukan hari itu,” ujarnya.

Bagi nelayan kecil, kondisi tersebut bukan sekadar persoalan antrean. Tanpa solar, perahu tidak bisa beroperasi. Akibatnya, pendapatan keluarga pun terancam.
Warga Desak Aparat Bertindak
Informasi yang beredar di masyarakat membuat sebagian warga mendesak aparat penegak hukum untuk turun tangan menelusuri dugaan tersebut.

Menurut mereka, jika benar ada pihak yang mempermainkan distribusi solar bersubsidi, maka praktik tersebut bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga merugikan masyarakat kecil.
“Kalau memang ada yang menimbun atau mengatur distribusi untuk keuntungan pribadi, itu harus diusut. Jangan sampai hak nelayan diambil,” ujar seorang warga.

Hingga laporan ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak yang disebut berinisial “T” terkait dugaan tersebut. Aparat penegak hukum setempat juga belum memberikan pernyataan resmi mengenai informasi yang beredar di masyarakat.
Meski demikian, warga berharap ada langkah penyelidikan yang transparan. Bagi mereka, persoalan ini bukan sekadar isu distribusi BBM, tetapi menyangkut keberlangsungan hidup nelayan kecil di pesisir Eretan.

Sebab bagi para nelayan, satu hal yang paling sederhana namun paling penting adalah memastikan solar bersubsidi benar-benar sampai kepada mereka yang berhak menggunakannya (j.trisno

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *