mpn.co.id INDRAMAYU, — Pemerintah Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, resmi menerima sebanyak 152 mahasiswa dari Universitas INSIA dan STKIP Al Amin Indramayu untuk mengikuti Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026. Seremoni penerimaan berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Haurgeulis pada Senin (19/1/2026).
Kehadiran para mahasiswa disambut hangat oleh jajaran pemerintah kecamatan dan desa. Camat Haurgeulis Rory Firmansyah, S.STP., M.Si., melalui Nanang Fauzi Ridho, menilai kegiatan KKN memiliki potensi strategis untuk membawa inovasi baru bagi desa-desa di wilayahnya, terutama dalam hal pemberdayaan dan literasi masyarakat.
“Selamat datang para peserta KKN dari mahasiswa Al Amin. Kami berharap mahasiswa dapat memberikan dampak nyata melalui penguatan literasi dan keterampilan hidup. Masyarakat perlu dibekali pemahaman agar mampu mengakses berbagai peluang ekonomi,” ujar Nanang dalam sambutannya.
Sementara itu, Ketua Yayasan STKIP Al Amin Indramayu KH. Moh. Syathori, S.H.I., M.A., menegaskan bahwa KKN merupakan bentuk konkret pengabdian perguruan tinggi terhadap masyarakat sebagai bagian dari tridarma kampus. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di desa menjadi ruang pembelajaran sekaligus praktek sosial yang tidak didapat di dalam kelas.

“Harapannya, KKN di wilayah Haurgeulis dapat menghasilkan pengalaman yang baik bagi mahasiswa dan manfaat nyata bagi masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi pembelajaran di luar kelas, tetapi juga menjembatani ilmu pengetahuan dengan persoalan nyata di lapangan,” tuturnya.
Program KKN Semester Ganjil ini dijadwalkan berlangsung selama satu bulan, terhitung dari 19 Januari hingga 19 Februari 2026. Selama periode itu, mahasiswa dituntut terlibat aktif dalam berbagai kegiatan pemberdayaan berbasis kebutuhan masyarakat, mulai dari sektor sosial, pendidikan, ekonomi kreatif, hingga lingkungan hidup.
Sejumlah desa di Kecamatan Haurgeulis turut menjadi lokasi implementasi program, yang diharapkan dapat menghasilkan kegiatan produktif seperti literasi digital, edukasi pertanian, penguatan ekonomi keluarga, pelatihan UMKM, hingga peningkatan kapasitas organisasi masyarakat.
Pemerintah Kecamatan menilai keberadaan mahasiswa KKN mampu memperkuat kolaborasi antara akademisi dan pemerintah dalam merumuskan solusi atas potensi serta tantangan pembangunan desa.
Hadirnya mahasiswa di tengah masyarakat pedesaan bukan sekedar kegiatan akademik, namun juga momentum mempererat hubungan kampus dengan daerah, sekaligus membuka ruang diskusi terkait pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Penulis
(Jojo Sutrisno)
