Aliansi Wong Dermayu Siap Demo, Lawan Dugaan Rasisme Stafsus Bupati Indramayu

mpnTERPOPULER137 Views
Read Time:1 Minute, 53 Second

INDRAMAYU –mpn.co.id.  Aliansi Wong Dermayu Bersatu (AWDB) memastikan akan menggelar aksi unjuk rasa untuk memprotes dugaan pernyataan bernada rasis yang diduga dilontarkan Staf Khusus Bupati Indramayu, Salman. Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin (19/1).

AWDB merupakan gabungan berbagai elemen masyarakat Indramayu, mulai dari LSM, organisasi kemasyarakatan, aktivis, mahasiswa, hingga warga sipil.
“Kami sudah satu suara. Pernyataan Salman tidak hanya arogan, tapi sudah mengarah pada rasisme. Indramayu tidak boleh memberi ruang bagi perilaku rasis dan tidak beradab,” tegas Koordinator Umum AWDB, Asmawi Day, didampingi Koordinator Lapangan, Tomi Susanto, Jumat (16/1).

Tomi Susanto—yang akrab disapa Tomsus—menyebutkan, seluruh persiapan aksi tengah dimatangkan, termasuk rapat teknis akhir yang digelar di kawasan Sport Center Indramayu. Rapat tersebut dihadiri perwakilan LSM, ormas, aktivis, mahasiswa, masyarakat, serta korban PHK tenaga outsourcing Diskominfo Indramayu.
“Kami juga sedang mengurus izin dan tembusan aksi ke Polres Indramayu. Sikap Salman sudah melampaui batas. Kami meminta yang bersangkutan angkat kaki dari Indramayu,” ujar Tomsus.

Selain menyoal dugaan rasisme, aksi tersebut juga akan menuntut pertanggungjawaban PT Bintang Service Management (BSM) selaku vendor penyedia tenaga kerja outsourcing. Perusahaan tersebut dituding bertindak sewenang-wenang dan tidak prosedural dalam melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah karyawan.
Salah satu korban PHK, Wanginah (40), menyatakan pemecatan yang dialaminya bersama Komar dan rekan lainnya sarat kejanggalan. Ia menduga adanya intervensi pihak luar dan praktik kekuasaan yang bersifat otoriter.
“PHK ini sepihak, tidak transparan, dan patut diduga ada tekanan dari pihak tertentu. Ini harus dilawan demi keadilan bagi pekerja outsourcing,” tegas Wanginah.

Pernyataan Salman Jadi Sorotan
Nama Salman mencuat setelah pertemuannya dengan dua tenaga outsourcing Diskominfo Indramayu—Wanginah dan Komar—yang diberhentikan tanpa penjelasan jelas. Pertemuan tersebut berlangsung di Pendopo Indramayu pada malam 10 Januari 2026, dan turut dihadiri Mansur, asisten pribadi Bupati Indramayu Lucky Hakim.

Kedua mantan tenaga outsourcing itu datang untuk meminta klarifikasi, menyusul informasi bahwa pemecatan mereka diduga atas tekanan Salman dan Mansur.

Namun, pertemuan tersebut justru memanas. Salman disebut melontarkan pernyataan bernada rasis dan menunjukkan sikap superioritas di hadapan kedua mantan pegawai tersebut.
“Saya Salman, berdarah Madura, bertulang putih, dan bermata putih. Saya tidak akan patuh kepada siapa pun di Indramayu kecuali Bupati Lucky Hakim,” ujar Wanginah menirukan pernyataan Salman.

Hingga berita ini diturunkan, Salman belum memberikan klarifikasi, upaya konfirmasi dilakukan via whatsapp belum ada tanggapan. (Slamet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *